ITS Raih Peringkat Tiga Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia

Yovie Wicaksono - 7 June 2021

SR, Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih peringkat ketiga sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Times Higher Education (THE).

THE sendiri merupakan lembaga penyaji data kinerja universitas di kancah internasional yang bekerja sama dengan Quacquarelli Symonds (QS). Menurut The Globe and Mail, THE merupakan salah satu Asia University Rankings (AUR) yang bisa dibilang paling berpengaruh yang diadakan setiap tahunnya atau biasa disebut THE AUR.

Berdasarkan peringkat tahun ini, ITS memperoleh penilaian dengan rata-rata 21,7 – 24,4. ITS juga berhasil mencapai posisi 351 – 400 terbaik se-Asia dalam THE AUR 2021 dengan nilai rata-rata 22,94.

Senior Manager of ITS Global Engagement Office on World Class University Affairs Rulli Pratiwi Setiawan menyampaikan lima kriteria yang dinilai dalam pemeringkatan THE AUR.

“Ada kriteria teaching (pengajaran), research (penelitian), citations (sitasi), international outlook (pandangan internasional), dan industry income (pendapatan industri),” katanya.

Lebih lanjut, alumnus Universität Stuttgart Jerman itu memberikan keterangan mengenai bobot masing-masing kriteria yang diukur melalui persentase. Di mana, persentase kriteria teaching sebesar 25 persen, research sebesar 30 persen, citations sebesar 30 persen, international outlook sebesar 7,5 persen, dan industry income sebesar 7,5 persen.

Rulli menjelaskan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi perguruan tinggi untuk bisa mengikuti atau turut serta dalam pemeringkatan THE AUR.

“Persyaratannya adalah pengajar harus mengajar setidaknya satu mahasiswa, lalu universitas harus memiliki tidak lebih dari 80 persen staf untuk satu area studi, dan telah mempublikasikan 1.000 jurnal dalam lima tahun terakhir atau minimal 150 per tahun,” katanya.

Rulli mengatakan, untuk mendapatkan peringkat dalam kualifikasi THE merupakan perjuangan yang sulit, ditambah dengan pesaing-pesaing berat dari perguruan tinggi lain.

“Ini adalah tahun ketiga ITS masuk dalam pemeringkatan THE dan sedikit berbeda dengan pemeringkatan QS, pemeringkatan THE ini lebih sulit jika dilihat dari kriteria-kriteria yang ada,” imbuh Rulli.

Tidak hanya itu, perempuan berusia 42 tahun tersebut turut membagi pandangannya mengenai indikator dalam THE AUR 2021 ini. Indikator citations merupakan indikator yang paling besar mengalami penurunan.

“Masih banyak PR (pekerjaan rumah, red) yang harus dibenahi melalui berbagai terobosan khususnya dalam hal riset dan publikasi untuk dapat meningkatkan capaian sitasi,” kata dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS tersebut.

Ke depannya, Rulli berharap bahwa ITS dapat terus meningkatkan reputasi di kancah internasional. Peringkat bukan tujuan akhir, tetapi setidaknya bisa menjadi benchmarking untuk melihat posisi ITS di level dunia.

“Tentu saja, selanjutnya diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh civitas akademika untuk bisa semakin memantapkan posisi ITS di level dunia,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.