Ini Alasan Risma Tanam Pohon di Berbagai Wilayah Kota Pahlawan

Yovie Wicaksono - 14 December 2020
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan arahan kepada jajarannya di sela kegiatan kerja bakti di sekitaran Taman Mayangkara, Minggu (13/12/2020). Foto : (Pemkot Surabaya)

SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan alasan banyak menanam pohon di berbagai wilayah Kota Pahlawan, terutama di jalan-jalan protokol. Selain berfungsi untuk penghasil oksigen dan penyerap karbondioksida, pohon juga menambah suasana kota menjadi lebih sejuk dan asri.

“Kenapa Bu Risma tanam pohon banyak, karena supaya Surabaya lebih dingin. Karena kalau panas orang akan mudah emosi, mudah marah. Jadi kenapa kita harus tanam pohon sebanyak-banyaknya,” kata Risma saat memberikan arahan kepada jajarannya di sela kegiatan kerja bakti di sekitaran Taman Mayangkara, Minggu (13/12/2020).

Dalam arahannya itu, Risma juga menjelaskan tata cara atau teori perantingan pohon kepada jajaran Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya. Ini dilakukan agar petugas tidak sembarang dalam melakukan perantingan pohon.

“Kalau di atas itu banyak daun, maka pohon itu akan berat, sehingga kalau kena angin dia gampang tumbang karena daya dorongnya (angin) semakin tinggi. Karena itu pohon juga tidak boleh terlalu tinggi,” ujarnya.

Di samping itu, Risma menyebut, ketika pohon itu terlalu banyak daun, maka cahaya matahari tidak masuk. Apalagi, saat terjadi angin kencang maka beban pohon akan semakin berat karena angin tidak bisa melintas di ranting dan daun.

“Makanya daun-daun di atas harus diranting supaya cahaya matahari dan angin bisa lewat. Sehingga pohon itu tidak mudah roboh,” katanya.

Sedangkan jika cabang pohon itu banyak, maka yang harus dikurangi ialah yang cabang-cabang kecil. Sementara untuk cabang besar dibiarkan saja jika tidak mengganggu orang atau kendaraan melintas di jalan.

“Kalau cabangnya banyak yang dikurangi cabang yang kecil-kecil. Cabang besar dibiarkan saja, kecuali kalau cabang besar itu mengganggu orang lewat atau dia sudah terlalu tinggi,” jelas dia.

Menurutnya, memilih posisi cabang pohon yang akan dipangkas juga penting. Sebab, jika asal memotong cabang, hal itu juga dapat berakibat beban pohon akan semakin berat ketika diterjang angin kencang.

“Jadi kalau misal ada pohon, ada cabang besar, usahakan itu cabangnya maksimal tiga. Tiga cabang itu dari tiga sisi berbeda. Segitiga itu paling sempurna kekuatannya,” ungkap dia.

Selain memberikan arahan terkait cara perantingan pohon, Risma juga kembali mengingatkan jajarannya agar memangkas cabang pohon yang terlalu rendah dan mengganggu pedestrian jalan. Ini dilakukan agar ketika ada orang melintas, ia tetap berada di jalur pedestrian itu.

“Agar orang bisa lewat (pedestrian). Kalau orang tidak bisa lewat maka orang itu akan turun ke jalan nanti kalau tertabrak mobil maka kita yang salah,” pungkasnya.

Pada kegiatan kerja bakti perantingan pohon yang berlangsung di sekitaran Taman Mayangkara tersebut, DKRTH Surabaya juga menerjunkan beberapa unit mobil sky walker agar ranting-ranting pohon yang tinggi dapat terjangkau dengan mudah. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.