Ingin Nikmati Senja di Lereng Gunung, Disini Tempatnya

Yovie Wicaksono - 17 July 2020
Suasana Cafe SAP di Jalan Margo Tani, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sebuah cafe di wilayah Kota Kediri menawarkan pemandangan alam yang sangat jarang ditemui. Cafe tersebut mengedepankan panorama pegunungan, bukit dan areal persawahan yang  terlihat luas hijau terbentang.

Cafe yang baru didirikan pada Mei 2020 ini diberi nama SAP, sesuai identitas nama dari pemiliknya, yakni Sujoko Adi Purwanto. Lokasinya berada di Jalan Margo Tani, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto.

Pria yang akrab disapa Joko ini menambahkan, pihaknya sengaja mendirikan cafe dengan pemandangan pegunungan, perbukitan sekaligus  persawahan dengan maksud ingin menopang destinasi wisata yang sebelumnya sudah ada di Kota Kediri.

“Yang kita tampilkan disini terkait dengan view, pegunungan dan persawahan. Kita sambungkan lagi bahwa cafe ini akan kita wujudkan ke depan menjadi destinasi untuk menunjang objek wisata yang ada di Kota Kediri,” kata dia.

Joko menjelaskan, konsep pembangunan cafe yang ia dirikan ini baru berjalan 40 persen. Menurutnya, ia berencana untuk menambah beberapa hal berupa bunga matahari, rumah pohon, serta menanam aneka macam bibit buah-buahan disekitar area lokasi cafe.

“Nanti disitu kita bikinkan rumah pohon, kita juga tanami bibit buah-buahan. Kita bikin agro buah disitu dan dibelakang juga disiapkan bunga matahari. Yang penting Cafe SAP ini kita siapkan untuk menunjang wisata di Kota Kediri, sekalian memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya penambahan view nantinya, pengunjung semakin banyak memiliki pilihan untuk menentukan lokasi untuk berselfie.

Adapun pengunjung yang datang, bukan hanya berasal dari Kediri, melainkan juga luar daerah se-Karesidenan Kediri seperti Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, bahkan dari Bandung Jawa Barat.

Salah satu pengunjung, Fani Firnanda warga Perumahan Wilis Kecamatan Mojoroto Kota Kediri mengaku senang mengunjungi Cafe SAP ini lantaran pemandangannya yang sangat bagus. Baginya, tempat ini sangat cocok untuk menghabiskan waktu sekaligus menghilangkan penat setelah bergulat dengan rutinitas keseharian.

“Cafe dengan nuansa pemandangan diapit dua gunung, yakni Wilis dan Klotok serta Bukit Maskumambang,” ujar pemuda berusia 25 tahun ini.

Fani mengaku, ia bersama dengan temannya lebih suka berkunjung ke cafe tersebut pada waktu sore hari, terutama menjelang senja. “Kalau jelang senja, viewnya semakin bagus,” ungkapnya.

Karena viewnya yang bagus, tempat ini juga menjadi jujugan bagi komunitas fotografi. Banyak komunitas fotografi yang singgah mencari momen untuk diabadikan.

Selain mengedepankan pemandangan, Cafe SAP ini menawarkan makanan dan minuman khas Jawa Timuran. Menu minuman Cafe SAP sendiri terdapat 10 varian, namun ada 2 item yang paling disukai oleh pengunjung karena rasanya yang khas. Diantaranya adalah kopi racikan petani lokal dan minuman tradisional herbal untuk kesehatan, yakni kencur serai gula batu.

“Kita menggunakan produk kopi ini diambil dari petani lokal, kita racik dibumbui sendiri. Rasanya itu lain daripada yang lain, kalau pengunjung dari Sidoarjo kesini beberapa waktu lalu berpesan agar racikannya tidak diubah,” ujar Joko.

Adapun per cangkir kopi khas racikan petani lokal  ini dibanderol Rp 5.000. Sementara untuk minuman herbal tradisional kencur serai gula batu dipatok harga Rp 9.000.

Sementara untuk hidangan menu  makanan, lebih ditonjolkan masakan kearifan lokal, seperti nasi pecel khas Kediri, rawon, tumpang tumpok, serta mie dan nasi goreng.

Sekedar informasi, meski baru dua bulan dibuka, pengunjung yang datang tiap harinya bisa mencapai ratusan.  Cafe SAP ini setiap harinya buka mulai 11.00 – 24.00 WIB. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.