HUT RI Jadi Hari Melayani bagi Staf KBRI Ankara

Yovie Wicaksono - 18 August 2019
“Tombo Kangen: KBRI Streetfood”. Foto : (Istimewa)

SR, Ankara – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Indonesia menjadi Hari Melayani bagi staf KBRI Ankara. Di tengah kegiatan pesta rakyat, seluruh staf KBRI, baik WNI maupun WN Turki, membuka lapak jajanan pinggir jalan dengan tema “Tombo Kangen: KBRI Streetfood”.

Masing-masing kelompok staf membuka lapak streetfood yang berbeda, mulai dari Angkringan Djogja, Bakso Mie Ayam Pejambon, Rujak Seger, Nasi Kuning dan Es Buah.

“Sebenarnya sih setiap hari kita melayani WNI sebaik mungkin. Tapi kali ini kita mencari ekspresi melayani yang berbeda. Kebetulan banyak yang suka masak, jadi kita putuskan tahun ini kita ingin melayani dengan menyuguhkan jajanan pinggir jalan gratis buat warga. Ternyata seru!,” ujar Minister Counselor Fungsi Ekonomi KBRI Ankara l, Hikmat Moeljawan, yang juga Ketua Panitia Peringatan HUT RI kali ini.

“Seru banget. Benar-benar tombo kangen ini makanannya dan suasananya. Keren KBRI,” ungkap mahasiswa Indonesia di Erciyes University, Hanif Fauzan Abshari yang tengah antri di lapak Bakso Mie Ayam Pejambon.

Kegiatan Gebyar Kemerdekaan (Pesta Rakyat) di KBRI Ankara kali ini dihadiri sekitar 500 masyarakat Indonesia dan friends of Indonesia di Turki. Acara berlangsung di Wisma Duta Besar.

Selain suguhan makanan jalanan gratis oleh staf KBRI, kegiatan juga diisi dengan pertunjukan musik dan tari oleh Pasukan UNIFIL Garuda XXVIII-K serta masyarakat Indonesia di Turki. Pada acara Gebyar Kemerdekaan KBRI juga menyediakan puluhan doorprize, mulai dari televisi, sepeda, hingga 2 tiket gratis ke Indonesia.

KBRI juga memberikan kesempatan kepada WNI di Turki untuk mengikuti bazaar dimana mereka bisa berjualan. Berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia dijual dari masyarakat untuk masyarakat. Mulai dari tempe dan tahu, kue-kue tradisional hingga perhiasan dan souvenir.

“Terima kasih ya sudah diberi kesempatan partisipasi. Ini pertama kali lho. Senang sekali dan sangat seru,” ujar seorang wanita Indonesia yang sudah menikah dengan WN Turki sejak tahun 2012, Sri Kurniawati.

Terdapat sekurangnya 3.000 WN Indonesia di Turki. Sebagian besar adalah pelajar. Mereka tinggal di berbagai kota di Turki. Dalam kegiatan kali ini, selain menyediakan akomodasi bagi 65 pasukan Pasukan Garuda XXVIII-K UNIFIL yang hadir, KBRI juga menyediakan penampungan di Wisma Duta Besar bagi ratusan mahasiswa dari kota-kota lain di luar Ankara yang menyempatkan hadir di acara peringatan HUT RI. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.