Hujan Angin Bencana Hidrometeorologi Ancam Surabaya Hingga Lima Hari

Rudy Hartono - 6 January 2025
Ilustrasi - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kiri) bersama Kalaksa BPBD Surabaya Agus Hebi Djuniantoro (kanan) memantau penanganan pascabencana puting beliung di wilayah Manyar Surabaya, Jumat (29/11/2024) (sumber:antara)

SR, Surabaya – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa wilayah Surabaya berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi seiring dengan masuknya puncak musim hujan.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, Senin (6/12/2025) menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, petir, puting beliung, hingga hujan es diperkirakan akan melanda Surabaya dalam lima hari ke depan.

“Cuacanya seperti ini. Hujan tinggi, angin kencang, dan beberapa potensi bencana hidrometeorologi lainnya masih dimungkinkan,” kata Taufiq.

Menurut Taufiq, penyebab dari potensi bencana ini adalah karena Surabaya telah memasuki puncak musim hujan, yang ditandai dengan melintasnya gelombang atmosfer low frekuensi di langit Kota Pahlawan.

Ia juga menambahkan bahwa fenomena La Nina, yang menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik lebih dingin, turut berkontribusi pada peningkatan curah hujan. “Jadi bulan Desember (2024), Januari, dan Februari (2025) adalah puncaknya musim hujan. Desember sudah kita lewati, Januari akan kita jalani, dan nantinya hingga Februari,” ucapnya.

BMKG berkomitmen untuk terus memberikan perkembangan informasi mengenai potensi bencana hidrometeorologi ini agar masyarakat dapat mempersiapkan diri.  “Kami juga mengimbau agar instansi terkait melakukan langkah antisipasi sejak dini, guna meminimalisir kerugian, terutama korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi basah,” katanya. (*/rri/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.