Harsiarnas Jejak Radio hingga Era Digital
SR, Surabaya – Setiap tanggal 1 April, insan penyiaran di Indonesia memperingati Hari Penyiaran Nasional atau Harsiarnas. Peringatan ini menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang dunia penyiaran yang terus berkembang mengikuti zaman.
Merujuk laman resmi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), sejarah Harsiarnas tidak lepas dari berdirinya Solosche Radio Vereeniging (SRV) di Surakarta pada 1 April 1933. Lembaga ini dikenal sebagai radio siaran pertama yang didirikan oleh bangsa Indonesia, atas prakarsa KGPAA Mangkunegoro VII.
“Tanggal 1 April ditetapkan sebagai Hari Penyiaran Nasional karena menjadi momentum berdirinya radio siaran pertama oleh bangsa Indonesia,” demikian keterangan KPI dalam laman resminya, Rabu (1/4/2026).
Awal perkembangan penyiaran di Indonesia juga memiliki cerita tersendiri. Pada tahun 1927, Mangkunegoro VII disebut menerima perangkat radio dari pihak Belanda. Peristiwa tersebut kemudian memunculkan gagasan untuk mengembangkan siaran radio yang dapat dinikmati masyarakat luas.
“Penyiaran memiliki peran strategis sebagai media informasi, pendidikan, dan hiburan yang turut membangun karakter bangsa,” tulis keterangan KPI.
Dalam perjalanan sejarah, radio tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan. Pada masa perjuangan kemerdekaan, radio menjadi sarana penting dalam menyebarkan informasi dan membangun semangat perjuangan. Setelah Indonesia merdeka, berdirinya Radio Republik Indonesia pada 11 September 1945 semakin menegaskan peran strategis penyiaran sebagai pemersatu bangsa.
Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam dunia penyiaran. Dari siaran analog, kini masyarakat dapat menikmati berbagai konten melalui platform digital, termasuk streaming dan media sosial. Meski mengalami transformasi, fungsi utama penyiaran sebagai media informasi, pendidikan, dan hiburan tetap dipertahankan.
Pemerintah menetapkan 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2019. Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi penyiaran dalam kehidupan masyarakat.
Pada peringatan Harsiarnas tahun ini, KPI mengangkat tema Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional. “Kolaborasi penyiaran menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan informasi di era digital,” demikian keterangan KPI. (*/rri/red)
Tags: 1 april, hari penyiaran nasional, harsiarnas, KPI, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





