Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tahu Jombang Kurangi Produksi

Rudy Hartono - 24 April 2025
Aktifitas produksi tahu di salah satu pabrik di sentra tahu Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.  (sumber:rri)

SR, Jombang – Kenaikan harga kedelai impor yang terjadi belakangan ini membuat para perajin tahu di Kabupaten Jombang, harus memutar otak untuk tetap bertahan. Mereka mengeluhkan lonjakan harga yang dipicu oleh kebijakan tarif baru dari pemerintah Amerika Serikat, yang berdampak langsung pada pasokan bahan baku utama mereka.

Di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi  tahu di Jombang situasi ini sangat terasa. Imam Subeki, Ketua Paguyuban Perajin Tahu, Desa Mayangan, mengungkapkan bahwa harga kedelai impor kini sudah menembus Rp 9.900 per kilogram. Padahal sebelumnya, harga berada di kisaran Rp 8.500.

“Setelah Lebaran, harga terus naik perlahan. Mulai dari Rp 100, lalu Rp 200, dan terus meningkat. Kenaikan seperti ini sudah sering kami alami,” ujar Imam, Rabu (23/04/2025).

Kondisi tersebut mendorong para perajin untuk mengurangi volume produksi sebagai bentuk penyesuaian. Imam sendiri menyebut bahwa jumlah produksi tahunya kini tidak lagi mencapai satu ton seperti biasanya. Ia mengaku sempat mempertimbangkan dua opsi. Yakni menaikkan harga jual tahu atau memperkecil ukuran produk.

Namun, kedua pilihan tersebut memiliki risiko kehilangan pelanggan, “Kalau kami naikkan harga, khawatir konsumen malah beralih ke tempat lain,” katanya.

Selain itu, Imam juga mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi kelangkaan stok kedelai. Jika pasokan terhenti, ia mengaku tidak punya alternatif lain untuk tetap memproduksi tahu. “Yang paling kami khawatirkan sebenarnya kalau stok kedelai benar-benar habis. Tanpa bahan baku, kami tidak bisa produksi apa-apa,” ujarnya.

Para perajin berharap ada intervensi dari pemerintah untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan bahan baku kedelai, agar usaha mereka tetap bisa berjalan tanpa harus membebani konsumen. (*/rri/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.