Festival Film-Ausbildung, Paket Komplit 2026 untuk Gen-Z di Wisma Jerman

Rudy Hartono - 12 March 2026
Para jurnalis bersama para pengurus Wisma Jerman saat media gathering, Surabaya, Rabu (12/3/2026). (foto : hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Wisma Jerman juga punya banyak fasilitas yang mewadahi minat anak muda yang diperkenalkan dalam media gathering, Rabu (11/3/2026). Ada  fasilitas kursus  bahasa, kolaborasi dengan seniman lokal atau internasional, menayangkan festival film, hingga  persiapan ausbildung ke luar negeri.

Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber mengatakan sebagai lembaga pertukaran budaya Jerman Indonesia pihaknya selalu berkomitmen melakukan akulturasi sekaligus membantu masyarakat yang ingin mengembangkan karir maupun studinya.

“Yang pertama itu juga sebagian dari persiapan untuk pemuda yang berangkat ke Jerman karena mereka bisa mengenal lebih dekat dengan budaya Jerman,” ujarnya saat ditemui usai acara.

Direktur Wisma Jerman Mike Neuber. (foto : hamidiah kurnia/superradio.id)

Ia merinci berbagai kegiatan yang bisa diikuti. Mulai dari kursus bahasa jerman, konsultasi studi gratis, hingga membuka layanan persiapan ausbildung dengan ratusan pekerjaan yang menanti.

Seluruhnya terbuka untuk masyarakat umum. “Jadi di sini juga mereka punya kesempatan untuk menggunakan bahasa Jerman satu sama lain ya untuk yang aktif menggunakannya. Karena kalau kita sudah pernah di luar negeri, kembali ke negeri sendiri dan enggak pernah pakai bahasa dan budaya yang kita pernah belajar,” tuturnya.

Ice breaking menyusun kata bahasa jerman di acara media gathering di Wisma Jerman, Surabaya, Rabu (11/3/2026). (foto : hamidiah kurnia/superradio.id)

Tak hanya itu, khusus tahun ini, kegiatan berkaitan dengan budaya akan diperbanyak. Asisten Program Budaya Wisma Jerman Dhahana Adi Pungkas menyebut, hal itu termasuk screening berbagai film. Mulai dari short film, film festival.

Lalu ada pula kolaborasi berbagai komunitas seni. Baik di bidang suara, dance, maupun karya pameran. “Waktu menyusun program ternyata dari film dan musik cukup bagus dan efektif mengenalkan terkait budaya jerman,” sebutnya.

“Karena film dan musik ini produk budaya dan minimal ada gambaran jadi paling tidak sebagai wacana bahwa jerman tidak se kaku yang dibayangkan,” imbuhnya. (hk/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.