Eri Cahyadi Imbau Warga Tak Berteduh di Bawah Pohon Saat Hujan dan Angin Kencang
SR, Surabaya – Kota Surabaya diguyur hujan deras disertai angin kencang pada Kamis, (7/12/2023). Akibatnya sejumlah kawasan sempat terjadi genangan di 24 titik dan pohon tumbang di 76 titik di Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu lalu terjadi sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh warga Surabaya untuk menjaga diri dan berdoa agar Kota Pahlawan diberi keselamatan.
“Kali ini, hujan yang tidak seperti biasa, yang sudah diramalkan BMKG. Maka hari ini saya minta tolong kepada warga Surabaya untuk selalu bersyukur, kita berdoa. Kalau melihat wilayah lain, setelah hujan pasti banjir, tidak seperti Kota Surabaya, setelah hujan langsung surut,” kata Eri, Jumat (8/12/2023).
Selama musim hujan bulan ini akan rawan terjadi pohon tumbang. Maka dari itu, dia meminta kepada warga untuk tidak berteduh di bawah pohon ketika terjadi hujan disertai angin kencang.
Eri tak hanya meminta warga untuk waspada, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, sudah melakukan perantingan pohon secara masif untuk mencegah adanya pohon tumbang. Perantingan pohon itu dilakukan oleh DLH sejak sebelum musim hujan lalu.
“Saya khawatirkan bukan malah airnya, tapi tumbangnya pohon. Jangan sampai ada korban di Kota Surabaya. Maka itu, saya berharap, kalau hujan angin kayak kemarin jangan berteduh di bawahnya pohon, kalau sudah karena alam nggak bisa dilawan, mek iso njaluk dungone (Cuma bisa minta doanya) warga Suroboyo,” imbaunya.
Sementara itu, Lurah Dukuh Kupang, Fahmi Fitra Ardiansjah membenarkan, di wilayah kerjanya sempat terjadi banjir. Fahmi menjelaskan, sebenarnya yang terjadi banjir itu ada dua wilayah, yakni Dukuh Kupang dan Putat Jaya.
Banjir di kawasan ini terjadi karena letaknya berada dataran rendah, sehingga air hujan yang berada di dataran tinggi mengalir ke bawah. “Kontur tanah di situ posisinya memang cekung, titik terendahnya itu dilalui air. Memang kemarin ada tanggul atau pembatas sungai yang jebol juga sehingga memperparah keadaan,” kata Fahmi.
Mengetahui kawasan tersebut banjir, Fahmi serta jajarannya tak tinggal diam. Sontak ia meminta bantuan Satgas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya untuk melakukan mitigasi di RT 04, RW 07 Kelurahan Dukuh Kupang.
“Tidak ada rumah yang terendam, karena posisinya lebih tinggi satu setengah meter dari jalan. Air tidak sampai masuk, hanya di depan rumah di jalannya,” ungkapnya.
Fahmi menambahkan, hingga saat ini masih melakukan evaluasi penanganan banjir di wilayah Dukuh Kupang dan Putat Jaya. “Salah satunya, melakukan rekayasa pengalihan arus air sebelum mengalir ke kawasan Dukuh Kupang Gang Lebar,” pungkasnya. (ag/red)
Tags: angin kencang, Eri cahyadi, hujan, pohon tumbang
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





