Deni : PDI Perjuangan akan Menangkan 13 Pilkada di Jatim dengan Cara Terhormat

Yovie Wicaksono - 17 September 2020
Pelatihan Manajer Kampanye yang dilaksanakan PDI Perjuangan Jatim di Wisma Perjuangan, Oro-oro Ombo, Kota Batu, Kamis (17/9/2020). Foto : (Istimewa)

SR, Batu – Kepala Badan Pemenangan (BP) Pemilu PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengatakan, pihaknya akan merealisasikan target memenangkan Pilkada 2020 minimal di 13 kabupaten/kota di Jatim, dengan cara-cara terhormat.

Salah satu upayanya, dengan menggelar Pelatihan Manajer Kampanye diikuti utusan DPC PDI Perjuangan dari 19 kabupaten/kota yang bakal mengikuti Pilkada 2020.

Pelatihan ini di antaranya untuk memastikan tim pemenangan calon kepala daerah/wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan bakal mengikuti tahapan Pilkada sesuai aturan. Untuk itu, pihaknya menghadirkan penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu untuk menjelaskan aturan-aturan kampanye, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini.

“Kami juga mengundang penyelenggara Pemilu, untuk memberikan arahan ketika akan menghadapi Pilkada, atau menjelaskan aturan-aturan mana yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan,” kata Deni, Kamis (17/9/2020).

Menurut politisi muda yang juga anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur ini, upaya tersebut adalah cara yang ditempuh PDI Perjuangan untuk bisa memenangkan Pilkada 2020 dengan terhormat. “Kami juga ingin menang dengan terhormat dan menang sesuai aturan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam mengapresiasi kegiatan tersebut. Anam berharap, pelatihan semacam ini juga dilakukan partai politik lain, agar pelaksanaan Pemilu kepala daerah bisa berjalan lancar tanpa pelanggaran.

Menurut Anam  kegiatan pelatihan seperti ini akan meringankan tugas-tugas KPU maupun Bawaslu. Sebab dengan pelatihan seperti ini, maka semua daerah yang terlibat Pilkada pada Desember mendatang akan lebih memahami aturan dan regulasi dari KPU maupun Bawaslu.

“Kami dari KPU mengapresiasi kegiatan pelaksanaan pelatihan-pelatihan yang dilakukan kawan-kawan PDI Perjuangan. Karena pelatihan-pelatihan seperti  ini bisa meringankan tugas-tugas KPU,” kata Anam yang turut mengisi materi “Kampanye di Masa Pandemi” dalam pelatihan tersebut.

“Artinya, kawan-kawan yang mengikuti juga akan lebih memahami, lebih mengerti terkait aturan atupun regulasi-regulasi yang ada di KPU maupun Bawaslu. Sehingga kemudian kawan-kawan PDI Perjuangan bisa mengikuti regulasi tersebut dengan baik,” lanjut pria yang juga pernah menjadi komisioner di KPU Surabaya ini.

Pada kesempatan itu, Anam berharap saat melakukan kampanye, seluruh parpol untuk tetap memprioritaskan protokol kesehatan. Menurutnya, parpol harus mempunyai inovasi-inovasi baru untuk menarik hati masyarakat dan menyampaikan visi-misi pasangan calon tanpa melanggar protokol kesehatan.

“Sudah diatur di PKPU no 10 tahun 2020, bahwa semua tahapan kampanye harus mengikuti prosedur Covid-19. Saya berharap teman-teman partai politik bisa melakukan inovasi-inovasi baru untuk meyakinkan masyarakat, menggaet hati pemilih dengan tidak melanggar protokol kesehatan,” ujarnya.

Dia menambahkan, media sosial menjadi sangat efektif, bahkan bisa lebih efektif menyampaikan pesan kepada publik ketimbang pertemuan tatap muka. “Jadi optimalisasi media sosial atau konten-konten digital saya kira menjadi tuntutan dan yang diperlukan hari ini,” kata Anam. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.