Bus Wisata Rem Blong, 8 Karyawan RSBS Meninggal di Lereng Bromo
SR, Probolinggo – Sebanyak delapan orang karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember meninggal dunia dan 42 penumpang lainnya luka-luka dalam kecelakaan di lereng Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (14/9/2025). Direktur RS Bina Sehat Faida membenarkan kejadian tersebut bahwa kecelakaan itu merupakan rombongan karyawan RSBS yang liburan di Gunung Bromo.
Jenazah dan korban luka-luka rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember akibat kecelakaan maut saat turun dari Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dibawa menggunakan 23 ambulans menuju Kabupaten Jember, Minggu petang.
Pemilik RSBS Jember dr Faida memimpin langsung penjemputan jenazah dan korban luka-luka di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Moh Saleh, RSU Ar-Rozy, RSUD Tongas di Kabupaten dan Kota Probolinggo
“Ada 23 unit ambulans beriringan yang membawa jenazah dan korban luka-luka menuju RSBS Jember. Semua korban luka ringan di Puskesmas Sukapura dan Puskesmas Wonomerto sudah dibawa turun dengan Elf dan kendaraan lainnya,” kata dia.

Jumlah penumpang bus yang merupakan karyawan RSBS bersama keluarganya 52 orang dengan rincian delapan orang meninggal dunia, 17 orang mengalami luka berat, dan sisanya mengalami luka ringan.
“Ada dua korban luka berat yang tidak dibawa ke RSBS Jember karena kondisinya belum stabil, sehingga masih menjalani perawatan di RSUD Tongas dan RSUD Moh Saleh,” katanya.
Ia mengaku merasa terpukul dan berduka, terutama saat menjemput jenazah petugas kebersihan RSBS bernama Hendra yang meninggal sekeluarga atau bersama istri dan anaknya.
“Kebanyakan mereka yang pergi ke Bromo berpasangan. Mereka ingin rekreasi bersama keluarga, namun musibah terjadi. Saya lihat di lapangan, bus pariwisata menghantam pagar besi hingga roboh. Polda Jatim sudah langsung olah tempat kejadian saat kami tiba,” ujarnya.
Sebanyak delapan korban yang semuanya warga Kabupaten Jember, meninggal dunia dalam kejadian itu, Bela Puteri Kayila Nurjati (10), warga Desa Gebang, Kecamatan Patrang, Hesti Purba Wredhamaya (39), warga Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Hendra Pratama (37), warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Arti Wibowati (34), warga Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Wardatus Soleha (35), warga Desa Serut, Kecamatan Panti, Aiza Fahrani Agustin (7), warga Desa Serut, Kecamatan Panti, Desi Eka Agustin (33), warga Kecamatan Jenggawah, dan Nasha Azkiya Naygara (14), warga Desa Baratan, Kecamatan Patrang.
Sopir Bus Pasrah
Sopir bus, Albahri (57) mengisahkan bahwa tanda-tanda masalah sudah terasa ketika kendaraan melintas di wilayah Jatian, Desa Boto, Kecamatan Lumbang. Ia mencoba memperlambat laju dengan menepi, namun justru mendapat klakson dari pengendara lain.
Karena situasi kian berbahaya, Albahri meminta kondektur bus, Melo, untuk berjaga-jaga. Namun, saat memasuki jalan menanjak dan menikung, ia benar-benar kehilangan kendali bus pariwisata yang ia kemudikan. “Jadi saya langsung banting ke kanan, karena di depan itu kosong. Kalau ke kiri banyak kendaraan, ada mobil dan sepeda motor. Rem angin juga saya fungsikan tapi tidak bisa, saya juga sudah pasrah,” ujarnya.
Albahri menegaskan bahwa sejak awal perjalanan, bus yang mengangkut 55 orang penumpang itu tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. “Padahal kondisi bus saat berangkat dan bahkan saat pulang sebelum sampai di Jatian masih aman, tidak ada masalah apa-apa. Tiba-tiba ngeblong dan angin langsung habis,” ungkapnya.
Sementara, menurut polisi, bus bernomor polisi P 7221 UG melaju dari arah Bromo sekitar pukul 12.14 WIB. Saat tiba di Jalan Raya Sukapura, Desa Boto, bus kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan di depan rumah warga. Benturan baru terhenti setelah kendaraan itu menghantam sepeda motor milik kurir ojek online. Namun, kerasnya tabrakan membuat sejumlah penumpang terlempar keluar dari bus. (*/ant/red)
Tags: Bromo, bus wisata, jember, probolinggo, rem blong, rumah sakit, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





