Budi Leksono : Honor Modin Segera Cair dalam Beberapa Hari Kedepan

Yovie Wicaksono - 24 February 2022
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Budi Leksono mengatakan, Pemkot Surabaya telah berjanji dalam waktu dekat akan memberikan honor bagi modin yang sejak Januari 2022 hingga kini belum juga cair.

“Kami di Komisi A DPRD Surabaya sudah berkomunikasi dengan Pak Arief Budiarto selaku Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dan beliau menyampaikan Insya Allah dalam beberapa hari ini pembayaran honor modin sudah terselesaikan,” kata Budi, Rabu (23/2/2022).

Politisi PDI Perjuangan ini, mengingatkan Pemkot Surabaya agar memberikan hak para modin, termasuk para kader kesehatan setelah mereka menyelesaikan pekerjaannya.

“Honor ini kan dibayar bulan berjalan. Jadi untuk Februari, maka menjelang akhir Februari honor harus sudah terselesaikan. Jangan sampai mereka menunggu honornya sampai keringatnya kering,” katanya.

Adapun honor tiap bulan yang diberikan kepada modin dari Pemkot naik 100 persen pada 2022 ini. Dimana tiap modin akan mendapatkan honor sebesar Rp 800.000 dari yang semula Rp 400.000. Sementara untuk kader kesehatan yang sebelumnya hanya mendapatkan Rp 30.000 per bulan bakal, mulai 2022 juga dinaikkan menjadi Rp 400.000.

“Para modin dan ibu-ibu kader kesehatan ini tentu sangat berharap, karena bagi mereka honor ini sangat berarti untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jadi jangan sampai ada keterlambatan,” ujar pria yang akrab disapa Bulek ini.

Sebelumnya, selama reses belum lama ini, para modin hingga kader kesehatan mengeluh kepada Bulek, soal honor yang belum juga cair.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Arief Budiarto sebelumnya juga telah menyampaikan permintaan maaf karena honor modin belum juga cair lantaran adanya kendala administrasi, yakni satuan harga honor modin masih memakai acuan yang lama, yakni Rp 400 ribu.

Ia mengatakan, bagian pemerintahan dan kesejahteraan rakyat pun sudah membenahi satuan harga honor tersebut dan proses pembetulannya telah rampung. Arief mengatakan, pencairan honor ditargetkan akan selesai pada pekan ini.

Terkait molornya pembayaran honor kader kesehatan ia mengatakan, hal tersebut dipicu adanya kader yang rangkap jabatan. Misalnya, ada satu orang kader bumantik yang sekaligus menjabat kader posyandu. “Pemkot masih membenahi data tersebut dan sudah beres,” katanya.

Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi kewenangannya, melainkan tugas OPD lain yang menaungi kader kesehatan. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.