BBKP Surabaya Gagalkan Penyelundupan Ratusan Burung Asal Indonesia Timur

Yovie Wicaksono - 17 February 2022
Plt Kepala BBKP Surabaya, Cicik Sri Sukarsih. Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 264 ekor burung dan seekor walabi yang berasal dari wilayah Indonesia Timur. 

Plt Kepala BBKP Surabaya, Cicik Sri Sukarsih menyebut, selundupan bernilai total Rp 450 juta itu terungkap ketika ada kapal dari Timika yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Saat itu, para petugas langsung melakukan pemeriksaan, dan menemukan 19 kandang besi serta sebuah sangkar kayu di beberapa kamar ABK. 

“Ini adalah kali keenam Balai Karantina berhasil menggagalkan penyelundupan burung. Modus operandi dibawa menggunakan beberapa kemasan kandang besi, sangkar kayu yang ditaruh di kamar mandi ruang ABK melalui kapal barang atau kargo,” kata Cicik Sri Sukarsih, Kamis (17/2/2022).

Dari temuan itu, terdapat 4 hewan yang dilindungi yakni nuri kepala hitam, nuri kelam, bayan, dan walabi.

Atas hal tersebut, lanjutnya, para pelaku terancam dikenakan sanksi hukuman sesuai Undang-Undang Karantina. Yakni, Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 dan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam (SDA).

“Kita berharap kasus ini akan berlanjut ke P21. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 akan dijerat dengan hukuman 5 tahun, sedangkan dari Undang-Undang Karantina akan dijerat hukuman 2 tahun penjara,” katanya.

Kemudian, terkait burung-burung dan walabi yang telah diamankan ini, akan dilakukan uji laboratorium guna memastikan kesehatannya lalu diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Kita lakukan uji laboratorium untuk memastikan apakah burung ini mengandung penyakit influenza dan kalau hasilnya negatif maka burung tersebut akan kita serahkan ke BKSDA,” jelasnya. 

Ia pun berharap, kedepan masyarakat dapat mendukung kelestarian alam hayati dan melaporkan jika terjadi upaya penyelundupan.

“Kami berharap, masyarakat dapat mendukung pelestarian SDA hayati dan memberikan info kepada kami agar bisa menangkap oknum yang melakukan penyelundupan tersebut,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.