Bangun Jiwa Peneliti, Prodi Linguistik Indonesia Ajak Mahasiswa Studi Ekskursi ke Bali

Rudy Hartono - 20 June 2024
Suara warga adalah artikel atau opini pribadi penulis dan bukan representasi redaksi Super Radio
Mahasiswa Prodi Linguistik Indonesia di UPN “Veteran” Jawa Timur saat berinteraksi dengan pemangku Desa Penglipuran, Bali. (foto: ilmatus sa’diyah/upn veteran jatim)

Oleh: Ilmatus Sa’diyah (Dosen Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur)

SR, Surabaya– Sebagai prodi yang berkecimpung di bidang bahasa, Prodi Linguistik Indonesia di UPN “Veteran” Jawa Timur mengajak mahasiswa melaksanakan penelitian bahasa ke Bali selama 3 hari 2 malam pada 5-7 Juni 2024.

Penelitian dikemas dalam kegiatan studi ekskursi. Sejumlah mata kuliah dilibatkan untuk sekaligus pengambilan nilai proyek UAS, yaitu Fonologi, Morfologi, dan Literasi Digital. Hal itu dilakukan untuk memudahkan mahasiswa dalam melaksanakan proyek akhir UAS.

“Kegiatan ini memang dilakukan untuk membangun jiwa-jiwa peneliti dalam diri mahasiswa. Bahwa penelitian bahasa juga perlu ke lapangan untuk mengambil data penelitian dengan metode yang akurat dan sahih. Mahasiswa dibekali metode penelitian yang tepat sebelum berinteraksi dengan Masyarakat pengguna bahasa,” ujar Dr. Endang Sholihatin, Koorprodi Linguistik Indonesia yang juga terlibat dalam kegiatan.

Studi ekskursi dilaksanakan di Desa Penglipuran, Bali. Sebanyak 23 mahasiswa dan 2 dosen mengikuti kegiatan ini. Mahasiswa secara langsung berinteraksi dengan warga lokal pengguna bahasa Bali untuk menggali data. Selain itu, ada juga tim yang melakukan penelitian bahasa pada bidang lanskap bahasa dan toponimi. Tim itu mengambil data sepanjang perjalanan di Bali melalui dokumentasi nama jalan dan nama tempat di Bali.

“Alhamdulillah penelitian ke Bali kemarin berjalan lancar dan saya pribadi juga merasa excited karena itu pertama kali saya ke Bali, rasanya pun seru dan senang juga, malah saya kepengen lagi,” ungkap Mikail Randu, mahasiswa Prodi Linguistik Indonesia.

Pihak Prodi berharap kegiatan penelitian ini bisa membangun bonding yang baik antarmahasiswa dan antara mahasiswa dengan dosen dalam bidang akademik. Mahasiswa juga secara tidak sadar mempelajari manajemen pengumpulan data di lapangan. Pasalnya, penelitian lapangan tidak bisa dikatakan mudah, tetapi juga tidak bisa dikatakan sulit. (*)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.