ADO akan Kawal Kelayakan Tarif Baru Roda Dua Ojek Online

Yovie Wicaksono - 2 May 2019
Ilustrasi

SR, Surabaya – Asosiasi Driver Online (ADO) akan terus mengawal kelayakan penerapan tarif roda dua yang baru saja ditetapkan pemerintah, dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat.

Ketua Umum ADO Christiansen Ferrari W mengatakan, salah satu yang menjadi fokus ADO adalah adanya penyesuaian tarif yang sesuai dengan perhitungan biaya operasional driver online.

“Karena selama ini apa yang ditetapkan oleh perusahaan aplikasi, kami melihat belum sesuai dengan biaya pengeluaran kami,” ujar Christiansen, di Surabaya, Kamis (2/5/2019).

Menurut Christiansen, karena pihak aplikasi menggunakan skema pemberian bonus, maka akan berimbas pada penghasilan driver online.

“Kalau para driver online tidak mencapai bonusnya, maka penghasilannya untuk operasional per hari tidak akan mencukupi,” tambahnya.

Skema pemerintah yang menggunakan perhitungan biaya langsung dan tidak langsung, akan terus dikawal  agar kesejahteraan para driver online ini dapat meningkat.

“Kami berharap masyarakat juga dapat mengerti bahwa dengan adanya kenaikan ini sebenarnya juga untuk meningkatkan pelayanan,” ujar Christiansen.

Dalam waktu dekat ini, Christiansen mengatakan, ADO akan mengajukan kepada Kementerian Perhubungan agar dilakukan revisi terhadap penetapan tarif kepada taksi online yang sekarang.

“Paling tidak perhitungannya itu di angka Rp3.500 per kilometer itu di angka bersih. Karena sebelumnya Rp3.500 ini di angka kotor maka kalau dipotong 20 persen, kami hanya menerima Rp2.800 per kilometer,” ujarnya.

Dan bisa dipastikan, disetiap kilometer itu driver online minus 300 rupiah. Sehingga pihaknya mengajukan angka Rp4.500 per kilometer. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.