Unair Wadahi Dalang Muda Jatim Adu Keterampilan

Yovie Wicaksono - 20 July 2019
Universitas Airlangga Surabaya menggelar Lomba Dalang Muda Wayang Majapahit Universitas Airlangga 2019, di Taman Budaya Jawa Timur, Sabtu (20/7/2019). Foto : (Humas Unair)

SR, Surabaya – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, bekerjasama dengan sejumlah instansi pemerintah, menggelar Lomba Dalang Muda Wayang Majapahit Universitas Airlangga 2019, di Taman Budaya Jawa Timur, Sabtu (20/7/2019).

Ketua Panitia, Bambang Tjahjadi dalam sambutannya menyampaikan, lomba tersebut menjadi salah satu bagian dari pengabdian masyarakat Unair dengan tujuan  menggali kreativitas dengan basis budaya lokal, khususnya yang diakui UNESCO.

“Basis budaya lokal khususnya yang diakui UNESCO salah satunya wayang,” ujarnya.

Bambang menambahkan, cerita yang diambil adalah cerita wayang berbasis budaya lokal, yakni cerita Majapahit. Pengambilan cerita itu didasari atas maraknya cerita Mahabharata yang dipentaskan selama ini.

“Telah banyak cerita wayang dari luar seperti Ramayana dan Mahabharata,” tambahnya.

Bambang berharap, adanya acara ini dapat mengangkat dan membuat generasi muda bangga akan tradisi lokal dari pada budaya luar.

Sementara itu, Wakil Rektor III Unair, Moch Amin Alamsjah menjelaskan, kegiatan tersebut termasuk dalam upaya mendukung UNAIR 500 World Class University (WCU). “Karena dalam mendukung Unair 500, WCU ada beberapa faktor penilaian termasuk pengembangan budaya lokal,” tambahnya.

“Melalui kegiatan ini, Unair memfasilitasi dalang-dalang muda untuk dapat mengembangkan diri dengan saling menunjukkan keterampilan mengolah wayang kulit,” imbuhnya.

Sebanyak  tujuh dalang muda, yakni 6 finalis dari berbagai daerah di Jawa Timur dan 1 finalis dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, bersaing menunjukkan keterampilan mereka membawakan wayang.

Sekedar informasi, acara tersebut didukung oleh beberapa mitra seperti Rumah Sakit PHC, Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya, dan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi). Juri dalam perlombaan itu melibatkan akademisi Unair dan pakar seni pertunjukkan dari ISI Solo, yakni Djoko Dewantoro, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB); Soetrisno, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB); dan Sugeng Nugroho, dekan Seni Pertunjukkan ISI. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.