Teks Bergambar: Indah Dilihat, Tapi Tidak Ramah Disabilitas
SR, Surabaya – Di era visual seperti sekarang, teks dalam bentuk gambar—seperti poster digital, quote estetik, atau pengumuman acara—menjadi hal lumrah. Namun, tanpa disadari, praktik ini dapat menjadi penghalang bagi sebagian kelompok, terutama penyandang disabilitas penglihatan yang mengandalkan screen reader.
Screen reader adalah perangkat lunak yang membaca teks di layar dan mengubahnya menjadi suara atau braille. Tapi sayangnya, jika informasi hanya tersedia dalam bentuk gambar tanpa keterangan alternatif (alt text), alat bantu ini tidak dapat membacanya.
Akibatnya, informasi yang mestinya inklusif justru hanya bisa diakses oleh mereka yang tidak memiliki hambatan visual.
Menurut pedoman dari Web Accessibility Initiative (WAI) yang dikembangkan oleh W3C, konten digital harus memiliki deskripsi alternatif untuk setiap elemen non-teks. Prinsip ini bahkan sudah menjadi bagian dari standar aksesibilitas global. Hal serupa juga disuarakan dalam dokumen Kementerian Komunikasi dan Informatika RI terkait inklusi digital—yang mendorong penyedia layanan dan pembuat konten untuk memastikan semua informasi bisa diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Dengan hanya menambahkan alt text atau menyertakan transkrip pada gambar berisi teks, kita tidak hanya memenuhi standar teknis, tapi juga menunjukkan kepedulian sosial.
Karena aksesibilitas digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal etika: apakah kita benar-benar ingin semua orang mendapatkan informasi yang sama? (*/dv/red)
Tags: screen reader, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





