Strategi Crowdfunding MUVENO Bawa Musik Surabaya ke Jepang

Rudy Hartono - 19 October 2026
Band rock independen asal Surabaya, MUVENO sharing di sela perayaan ulang tahun ke-18 di Suara Surabaya Center, Minggu (18/10/2026). (foto: vico wildan/superradio.id)

SR, Surabaya — Band rock independen asal Surabaya, MUVENO, mengumumkan strategi pendanaan mandiri (crowdfunding) dan rencana tur internasional ke Jepang tanpa bergantung pada kurasi festival maupun dukungan label besar.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam perayaan ulang tahun ke-18 MUVENO di Suara Surabaya Center pada 18 Oktober 2026, yang dihadiri komunitas musisi lokal dan awak media.

Langkah ini diambil sebagai komitmen independensi sekaligus transformasi pola pikir MUVENO dari sekadar “bisa ke Jepang” menjadi “pantas ke Jepang” melalui strategi bisnis pertunjukan yang terencana.

Gagasan tur mandiri ke Negeri Sakura ini berawal dari penolakan aplikasi kurasi MUVENO di sebuah festival, yang justru memicu kesadaran para personel untuk tidak lagi bersikap pasrah pada pihak luar.

Alih-alih memberangkatkan diri dengan dana pribadi yang dinilai hanya menuntut gengsi, MUVENO memilih menyusun peta jalan bisnis secara profesional. Mereka merancang situs web resmi, menyusun pitching deck komprehensif, hingga melakukan negosiasi langsung dengan pengelola live house di Jepang demi menembus pasar internasional secara terhormat.

Gitaris MUVENO, Andika, menegaskan bahwa keberangkatan mereka ke luar negeri harus didasari oleh kualitas kerja dan kepantasan karya, bukan semata-mata mengandalkan kekuatan finansial pribadi. Ia menyebut bahwa pendanaan kolektif yang dihimpun dari publik merupakan bentuk kerja keras yang menghargai esensi dari band itu sendiri.

“Kalau kita pakai resource pribadi kita berangkat, kita enggak membawa apa-apa selain ego dan pride kita. Dari situ kita akhirnya mencoba untuk mentwist cara ini, dari ‘bisa ke Jepang’ menjadi ‘pantas ke Jepang’ karena kita memang layak, dan untuk layak itu maka kita harus bekerja,” ujar Andika.

Untuk menopang kebutuhan logistik dan akomodasi pertunjukan selama lima hari di Jepang pada Mei mendatang, MUVENO meluncurkan skema crowdfunding melalui penjualan boxset edisi terbatas dan e-book biografi . Boxset tersebut berisi merchandise eksklusif, buku cetak, serta rekaman lagu rahasia berbahasa Jepang yang hanya tersedia bagi para pembeli. Selain pendanaan publik dari penjualan karya fisik dan digital, MUVENO juga membuka jalur kemitraan sponsor korporasi untuk melengkapi anggaran tur mereka.

Sementara itu, vokalis sekaligus pendiri MUVENO, Erick Irsan, menjelaskan bahwa keputusan bergerak secara mandiri telah menjadi pilihan sadar band setelah sempat mengejar karier bersama label besar di Jakarta. Menurut Irsan, MUVENO kini lebih memilih fokus menjaga esensi dan idealisme bermusik daripada sekadar mengejar kompromi pasar komersial.

“Kita dulu mulai dari indie terus mengejar label Jakarta, terus balik lagi ke akar indie aja. Kita fokuskan ke kualitas karya aja, artinya kan mengesampingkan sedikit tentang marketnya, ya sudah berkarya ini sampai sekarang,” tegas Irsan.

Lebih dari sekadar menggelar pertunjukan di luar negeri, proyek ini dirancang MUVENO sebagai sebuah social experiment untuk menghasilkan blueprint atau panduan bisnis musik bagi ekosistem lokal Surabaya. Seluruh proses riset, strategi negosiasi panggung internasional, hingga transparansi peta jalan finansial akan dibagikan secara terbuka kepada para musisi muda. Langkah ini diharapkan mampu menjadi literasi industri yang dapat direplikasi oleh band-band indie lain agar mampu berkarier secara mandiri.

MUVENO juga berkomitmen menjadikan jaringan yang mereka bangun di Jepang sebagai jembatan pertukaran budaya (cross-culture) antara skena musik Indonesia dan Jepang. MUVENO berencana memperkenalkan karya band-band lokal Surabaya kepada pengelola industri di sana, sekaligus membuka pintu fasilitasi bagi musisi Jepang yang ingin tampil di Indonesia demi membangun ekosistem musik daerah yang berdaya saing global. (js/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.