18 Tahun Berkarya, MUVENO Rilis E-Book dan Single “Where We Began”

Rudy Hartono - 19 October 2026
Grup band rock alternatif asal Surabaya, MUVENO, resmi meluncurkan karya terbaru e-book biografi dan single bertajuk "Where We Began" di Suara Surabaya Center, Minggu (18/10/2026). (foto: vico wildan/superradio.id)

SR, Surabaya — Memperingati perjalanannya yang ke-18 di skena musik rock independen, band rock alternatif veteran asal Surabaya, MUVENO, resmi meluncurkan karya terbaru berupa e-book biografi dan single bertajuk “Where We Began”.

Perilisan karya monumental ini dirayakan dalam sebuah release party yang intim di Suara Surabaya Center, Minggu (18/10/2026) yang dihadiri oleh puluhan musisi lokal serta awak media.

Momentum ini bukan sekadar selebrasi usia dewasa sebuah grup musik, melainkan penanda kelahiran kembali (re-birth) bagi para personel MUVENO setelah melewati dinamika pasang surut industri musik Indonesia sejak dibentuk pada tahun 2008.

Sejarah MUVENO sendiri bermula dari ide dua sahabat, Erick Irsan (vokal) dan Anggun Supanji (drum), usai menyaksikan konser Mötley Crüe di Singapura pada 2008. Didorong oleh semangat membawa energi musik rock era 90-an, mereka sepakat mendirikan band yang dinamai dari celetukan almarhum bassist mereka, Mirza, yang berarti “pergerakan”.

Sepanjang hampir dua dekade, MUVENO tumbuh menjadi salah satu pelopor gerakan independen di Surabaya, mulai dari mencetak sejarah sebagai band indie pertama di Surabaya yang menggelar konser crowdfunding di XXI Mall Ciputra pada 2015, hingga aktif membuka program live session gratis bagi puluhan band indie lokal.

Dalam momen perayaan ulang tahun ke-18 tersebut, drummer sekaligus co-founder MUVENO, Anggun Supanji, mengungkapkan rasa syukurnya atas daya tahan band yang tetap konsisten berkarya di tengah berbagai tantangan industri. Ia menegaskan bahwa rilisan terbaru ini menjadi simbol pengingat akan komitmen awal saat mereka pertama kali mendirikan grup musik ini.

Grup band rock alternatif asal Surabaya, MUVENO meluncurkan karya terbaru e-book biografi “Where We Began” di Suara Surabaya Center, Minggu (18/10/2026). (foto: vico wildan/superradio.id)

“Ini rilis single baru yang berjudul Where We Begin, itu menandakan bahwa perjalanan kita kembali terlahir kembali seperti konteks judulnya. Kita teringat kembali memori bahwa alasan-alasan kenapa kita membentuk MUVENO,” tutur Anggun saat memberikan sambutan di hadapan para undangan.

Single “Where We Began” sendiri memiliki proses kreatif yang cukup unik karena sempat mengendap dalam bentuk rekaman demo sebelum akhirnya menemukan arah aransemen yang utuh. Proses perampungan lagu ini semakin solid seiring masuknya gitaris baru, Andika Al Ramadan, yang memberikan warna dan energi baru bagi MUVENO.

 

Karya musik ini tidak berdiri sendiri, melainkan dirancang khusus sebagai soundtrack resmi yang melengkapi narasi dari buku biografi perjalanan mereka. Di saat yang bersamaan, MUVENO merilis e-book autobiografi setebal 139 halaman yang merangkum rekam jejak perjalanan mereka dari tahun 2008 hingga 2026.

Berawal dari keinginan sederhana untuk menyelamatkan arsip foto-foto lama agar tidak rusak di dalam harddisk, proyek ini berkembang menjadi pencatatan sejarah band yang komprehensif. Buku digital tersebut merekam berbagai fase penting perjalanan MUVENO, mulai dari masa-masa awal di jalur indie, pengalaman menembus label besar di Jakarta, hingga keputusan berani untuk kembali ke akar independen demi menjaga kualitas karya.

Vokalis utama dan pendiri MUVENO, Erick Irsan, menjelaskan bahwa perangkuman memori selama 18 tahun ini ditujukan untuk memberikan dokumentasi sejarah yang jujur serta menjadi sarana edukasi bagi generasi penerus. Ia menekankan pentingnya menjaga independensi dan fokus pada esensi pembuatan karya musik.

“Semua perjalanannya itu aku rangkum di buku itu dari tahun 2008 sampai hari ini… biar jadi literasi musisi-musisi yang lebih muda,” ujar Irsan. Ia menambahkan mengenai arah filosofi band saat ini “Kita fokuskan ke kualitas karya saja,  mengesampingkan sedikit tentang marketnya, ya sudah berkarya ini sampai sekarang,” tegasnya.

Melalui peluncuran kombinasi e-book dan soundtrack ini, MUVENO berharap rekam jejak mereka tidak hanya berhenti sebagai nostalgia internal para personel. Kehadiran rekam literasi tertulis ini diharapkan mampu menjadi panduan praktis (blueprint) serta pemantik semangat bagi para musisi muda di Surabaya dalam mengelola karir musik secara mandiri. Dokumentasi ini membuktikan bahwa sebuah grup musik lokal tetap mampu bertahan, relevan, dan dihormati tanpa harus mengorbankan integritas serta idealismenya. (js/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.