Sri Mulyani Tegaskan Pemerintah Lakukan Pengelolaan Utang dengan Hati-hati

Yovie Wicaksono - 9 May 2020
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto : (Antara)

SR, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah melakukan pengelolaan utang secara berhati-hati dan bertanggung jawab. 

Dijelaskan bahwa hasil dari pembiayaan utang bisa dilihat dari masifnya pembangunan infrastruktur dan pengurangan kemiskinan sebelum pandemi virus corona (Covid-19).

“Mengenai studi yang dilakukan BPK kita hormati. Kita terus melakukan pengelolaan utang secara berhati-hati dan bertanggung jawab. Kalau analisis mengenai debt service ya kita hormati saja,” ujar Sri Mulyani.

Sebelumnya, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menyatakan bahwa pengelolaan utang pemerintah pusat dinilai kurang efektif. Hal tersebut tertuang dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II 2019.

“Kan juga ini sebetulnya sama, walau kita melakukan belanja dan tambah utang. Namun kita juga melihat hasilnya, infrastruktur menjadi baik, kemiskinan menurun, sampai terjadinya Covid-19,” kata Sri Mulyani. 

Dalam mengelola utang, katanya,  pemerintah juga tidak ugal-ugalan menarik pembiayaan tanpa didasari pertimbangan yang matang. Setiap penarikan utang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.

“Jadi dalam mengelola keuangan negara kita tidak hanya melihat hanya satu rumus, satu kebutuhan, dan satu tujuan. Selalu saya tekankan bahwa fiskal adalah instrumen, dia bukan tujuan. Namun tidak berarti kita ugal-ugalan,” katanya. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.