Sopir Ambulans Covid-19 : Tak Ada Jam Kerja, Dianggap Meresahkan hingga Korbankan Keluarga
Tak Sekadar Sopir

Bagi Ilham, pekerjaan ini bukan sekadar mengambil dan mengantarkan jenazah dari rumah sakit ke pemakaman, namun ia juga harus bisa menenangkan keluarga jenazah dengan memberikan pengertian terhadap situasi yang ada.
“Kita setiap hari diketemukan dengan orang yang kesusahan, orang yang menangis, kehilangan kerabat atau sanak saudaranya, akhirnya kita juga harus bisa menenangkan. jadi kita tidak sekadar sopir, kita kasih penjelasan keluarga, momong lah istilahnya,” ujarnya.
Bahkan, di satu kondisi Ilham sampai meneteskan air matanya saat ia harus menjemput dan mengantarkan rekan sejawatnya, yakni seorang karyawan dr Soetomo yang meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid-19.
Beberapa dari rekan Ilham sesama sopir ambulans pun akhirnya terpapar Covid-19. Ilham merasa sangat bersyukur, hingga hari ini ia dalam kondisi baik dan tidak pernah terpapar Covid-19.
Tampilkan SemuaTags: dampak pandemi covid-19, kisah sopir ambulans jenazah Covid-19, Rsud Dr soetomo, sopir ambulans
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





