Serunya Gulat Okol Warga Made, Hiburan Pasca Panen Bonus Keringat

Rudy Hartono - 29 September 2025
Para wanita di Keluarahan Made Surabaya ikut tampil dalam pertandingan Gulat Okol di Punden Singo Joyo Kelurahan Made, Kecamatam Sambikerep Surabaya, Minggu (28/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Ada yang berbeda ketika melintasi Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Surabaya pada Minggu (28/9/2025). Bertempat di Punden Singo Joyo, kawasan Surabaya Barat itu sejenak ramai dipadati warga yang antusias menyaksikan pertandingan Gulat Okol. Suatu olahraga tradisional yang dilakukan tiap pasca panen.

Tampak puluhan orang berkumpul di sekitar panggung sambil menyemangati jagoan masing-masing. Mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu antusias menjadi peserta.

Tim Seksi Acara Gulat Okol, Coco Saheri mengatakan, kegiatan tersebut adalah tradisi turun temurun yang terus mereka lestarikan. Dulunya para leluhur melakukan gulat okol sebagai hiburan pasca musim panen.

Tumpukan jerami sisa tanaman padi dikumpulkan. Membentuk area sedikit empuk di atas tanah. Setelah itu barulah mulai bergulat sambil bersenda gurau.

Panitia memakaikan ikat kepala dan sabuk dari kain sebagai atribut wajib sebelum Gulat Okol dimulai di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep Surabaya, Minggu (28/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

“Itu ketika ada tumpukan damen yaitu sisa dari padi atau biasa disebut jerami. Nah mereka itu biasanya bergulat disitu. Itu bentuk menghibur diri,” ujarnya saat ditemui usai acara.

Total, lanjutnya, sudah sekira 30-40 tahun Gulat Okol selalu menjadi tradisi wajib tiap pasca panen. Dibarengkan dengan rangkaian sedekah bumi sebagai bentuk syukur kepada Tuhan.

“Warga itu sudah bersuka cita sudah menikmati hasil bumi, nah salah satu cara merayakannya dengan gulat ekol. Tiap tahun kita rayakan ini sudah dari generasi ke generasi, mungkin sudah 30-40 tahunan,” sebutnya.

Uniknya, semangat budaya tersebut selalu dijaga hingga generasi tua. Terbukti banyaknya anak muda yang terlibat memeriahkan acara. “Kita juga merangkul semuanya dari semua umur mereka datang boleh ikut. Ini tadi ada 30 pertandingan dari anak-anak sampai orang dewasa, antusias anak muda di sini juga luar biasa,” tuturnya.

Panitia memantau aksi para pegulat Okol saat berlaga dalam lingkaran ring di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep Surabaya, Minggu (28/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Salah satunya, Sunarti (53). Warga asli Made yang menang gulat dan mengaku antusias mengikuti acara.  Ia yang sejak muda akrab dengan tradisi, sangat senang bisa memeriahkan acara. Selain hiburan, ia juga bisa olahraga sehingga lebih sehat.

“Iya tadi usaha mbak lumayan keringetan juga, seru gulatnya. Tadi sempat kesulitan juga karena lawan nya ngejegal padahal gak boleh tapi saya tetap bertahan akhirnya alhamdulillah menang,” ungkapnya.

Sunarti pun setia mengikuti acara sejak rangkaian sedekah bumi pada pagi hari hingga sampai ke pertandingan Gulat Okol. “Senang banget, dari tadi pagi saya ikut pawai kirabnya sampai jam 12 lalu pulang sebentar, balik ke sini buat ikut gulat eh menang,” pungkasnya. (hk/red)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.