Rocky Gerung Soroti Stagnasi Ekonomi dan Ancaman Demokrasi
SR, Surabaya – Pengamat politik Rocky Gerung melontarkan kritik tajam terhadap kondisi ekonomi nasional dalam forum Spirit of Humanity and Human Solidarity di Surabaya akhir pekan lalu. Ia menilai stagnasi pertumbuhan ekonomi dan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi tanda lemahnya arah kebijakan pemerintah.
Rocky menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak mampu menembus angka 6 persen menunjukkan adanya stagnasi. Menurutnya, kebijakan fiskal yang tidak efektif justru memperbesar beban negara dan meningkatkan ketergantungan pada subsidi serta bantuan sosial.
“Fakta itu kita kenali selama ekonomi tidak tumbuh, sehingga pasti subsidi dan bansos akan naik terus. Harus ada uang Rp680 triliun untuk menutupi kekurangan APBN. Masalahnya ada di hulu, apakah permainan ekonominya bersih atau tidak,” ujar Rocky.
Ia menekankan bahwa ekonomi seharusnya dimaksudkan untuk menghasilkan kesetaraan manusia, bukan sekadar perputaran angka. Menurut Rocky, jika kebijakan ekonomi hanya berorientasi pada angka pertumbuhan, maka ketimpangan sosial akan semakin melebar.
Rocky juga menyoroti persoalan lapangan kerja sebagai isu utama. Ia menilai pemerintah belum mampu menyediakan pekerjaan yang layak bagi lulusan perguruan tinggi, sehingga banyak anak muda yang akhirnya terjebak dalam pengangguran atau pekerjaan informal.
“Yang paling utama adalah menyiapkan lapangan pekerjaan. Kalau tidak, kemarahan anak muda bisa berubah menjadi kegemparan politik. Mereka adalah netizen yang kritis dan tahu cara bersuara lewat media sosial,” tegasnya.
Menurut Rocky, ketidakmampuan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja akan berimbas pada stabilitas politik. Ia memperingatkan bahwa suara netizen suatu saat bisa membatalkan legitimasi politik yang dimiliki presiden maupun elite.
Selain itu, Rocky menilai bahwa kebijakan ekonomi yang stagnan berpotensi memperkuat praktik politik uang. Ia menyebut bahwa demokrasi akan kehilangan makna jika hanya dijalankan sebagai transaksi kekuasaan tanpa memperhatikan kesejahteraan rakyat.
Rocky menegaskan bahwa Surabaya bisa menjadi contoh bagaimana solidaritas sosial dan tata kelola berbasis kemanusiaan mampu menekan angka kemiskinan. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan lokal tidak boleh menutupi persoalan nasional yang lebih besar.
Dengan kritiknya, Rocky menekankan bahwa stagnasi ekonomi bukan sekadar masalah angka, melainkan ancaman terhadap demokrasi dan masa depan bangsa. Ia menutup dengan pesan bahwa ekonomi harus kembali pada tujuan utamanya: menciptakan kesetaraan manusia dan memperkuat solidaritas sosial. (js/red)
Tags: Pertumbuhan ekonomi, rocky gerung, stagnan, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





