Perempuan Bagian dari Pergerakan Nasional

Yovie Wicaksono - 19 December 2020
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan perempuan merupakan bagian dari pergerakan nasional yang berjuang bagi bangsa untuk lepas dari belenggu penjajahan.

“Seringkali disalah artikan sebagai mother’s day, peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember sebenarnya dilatarbelakangi Kongres Perempuan Indonesia pertama 1928 di Yogyakarta,” kata Bintang dalam seminar daring dalam rangka menyambut Hari Ibu yang diikuti dari Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Bintang mengatakan, pada kongres tersebut para perempuan Indonesia berkumpul untuk menyatukan dan menyuarakan hak dan cita-cita serta menciptakan persatuan perkumpulan perempuan di seluruh Indonesia.

Kongres Perempuan memiliki tujuan mulia untuk membuka jalan seluas-luasnya bagi perempuan Indonesia agar dapat maju dan menjalankan kewajibannya sebagai Ibu Bangsa yang mampu memberdayakan kaumnya, memajukan bangsa, serta menumbuhkan generasi muda yang berkualitas dan memiliki jiwa nasionalisme.

“Sejarah menunjukkan kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan, kebersamaan, gotong royong, dan persatuan dari seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, termasuk perempuan,” tuturnya.

Upaya mempertahankan kemerdekaan pada masa agresi militer pun menunjukkan peran perempuan sebagai tentara yang ikut turun ke medan pertempuran, sebagai tenaga medis, membuka dapur umum, berpendapat sebagai penulis maupun politisi, hingga ibu rumah tangga yang berusaha menjaga keluarganya.

“Semua memiliki peran masing-masing untuk memperjuangkan kesatuan dan persatuan bangsa,” ujarnya.

Menurut Bintang, Pancasila sebagai identitas bangsa yang mendasari Undang-Undang Dasar 1945 secara menjamin kesetaraan tanpa kecuali, bagi laki-laki maupun perempuan.

Perempuan, yang jumlahnya hampir setengah dari populasi Indonesia, sudah sepatutnya diberikan peran dan manfaat yang sama dalam pembangunan.

“Pada masa yang serba modern ini, peran perempuan tidak berhenti, bahkan tetap sentral dalam berbagai sektor kehidupan. Peran perempuan bagi bangsa tetap lestari dari generasi ke generasi,” katanya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.