Pentingnya Kemandirian Emosi pada Anak Down Syndrome

Yovie Wicaksono - 21 March 2022
Ilustrasi. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Hari Down Syndrome Sedunia diperingati setiap 21 Maret bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang down syndrome atau sindrom down.

Pada momentum ini, Dokter Melati Wahyurini dari Departemen Psikiatri RSUD Dr Soetomo mengingatkan pentingnya mempersiapkan kemandirian emosi anak down syndrome dalam kehidupan sosial.

Kemandirian emosi adalah kemampuan individu mengelola emosi pada dirinya dan tidak tergantung pada orang lain.

Emosi sendiri terbagi menjadi dua, yakni emosi positif seperti ceria, senang, bahagia, suka, cinta, dan sayang. Lalu emosi negatif seperti marah, curiga, cemas, cemburu, takut, sedih, dan benci.

Menurutnya, pengelolaan emosi yang baik merupakan salah satu aspek dari kecerdasan emosional.

“Sementara perkembangan emosional erat kaitannya dengan proses belajar menyesuaikan diri untuk memahami keadaan serta perasaan ketika berinteraksi dengan orang-orang di lingkungannya. Jika interaksinya tidak baik maka tumbuh kembangnya tidak optimal,” ujarnya pada diskusi daring dalam rangka peringatan Hari Down Syndrome Dunia 2022, Minggu (20/3/2022).

Melati mengajak orang tua, keluarga, guru, hingga caregiver untuk mengenalkan emosi kepada anak down syndrome sekaligus mengasah kemampuan mereka dalam mengatur dan memanfaatkan emosi diri secara positif.

“Anak itu harus tau apa yang mereka rasakan. Kita perlu memfalidasi emosi anak agar anak itu tau emosi apa yang sedang dirasakan, lalu bagaimana mereka bisa menerima dan mengelola emosi itu agar anak bisa menyelesaikan persoalan dalam dirinya secara mandiri,” sambungnya.

Melati menambahkan, indikator tercapainya kemandirian emosi ditunjukkan dengan beberapa hal, seperti pemahaman diri dan berhubungan dengan orang lain, tanggung jawab atas diri sendiri, hingga bagaimana perilaku sosialnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.