Penjahit Asal Kediri Produksi 1000 APD untuk Tenaga Medis

Yovie Wicaksono - 16 May 2020
Ivan Brekele bersama istri membuat baju alat pelindung diri (APD) untuk dibagikan ke rumah sakit terdekat yang selama ini menjadi rujukan pasien Covid-19. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Penjahit asal Kediri, Ivan Brekele telah membuat sekitar 1000 baju alat pelindung diri (APD) untuk dibagikan ke rumah sakit terdekat yang selama ini menjadi rujukan pasien Covid-19.

“Sejak awal April hingga saat ini sudah membuat kurang lebih ada 1000 APD untuk di distribusi bukan hanya di rumah sakit rujukan di daerah, tapi juga ruang observasi yang ada di tiap kecamatan desa/kabupaten,” ujar Ivan, Sabtu (16/5/2020).

“Selain itu, kita juga produksi untuk orderan bagi teman-teman donasi,” imbuhnya.

Apabila di awal produksi ia hanya dibantu sang istri dan seorang karyawan, kini ia mulai memberdayakan warga sekitar yang terimbas PHK akibat mewabahnya virus corona.

“Disamping itu saya memberikan pelatihan menjahit kilat untuk mengatasi semua ini. Sekarang saya dibantu 4 orang karyawan yang dalam satu hari kami bisa menghasilkan 100 APD,” ujar bapak satu anak ini.

Ivan mengatakan, karena keterbatasan rumah jahitnya yang ada di Jalan Rinjani, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, ia harus mencari pinjaman mesin jahit yang dulu pernah diberikan Dinas Sosial saat memberikan pelatihan kepada Pokja yang ada di desa agar para karyawan dapat memproduksi APD di rumah masing-masing.

“Karena mesin jahitnya tidak dipakai, akhirnya saya kumpulkan untuk bisa dipakai oleh teman-teman biar bisa mengerjakan di rumah,” katanya.

Adapun alasan Ivan memproduksi APD untuk para tenaga medis ini karena merasa prihatin dengan semakin merebaknya virus corona (Covid-19). Ia berharap dengan baju tersebut, para tenaga medis bisa fokus dan bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Saya merasa prihatin melihat situasi sekarang. Ini musibah tidak bisa diukur. Kita harus saling bekerjasama satu sama lain. Cuman ini yang bisa saya lakukan,” katanya.

Sebelum membuat baju APD, Ivan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengetahui bahan baku yang digunakan. Dari koordinasi itulah, ia memutuskan menggunakan kain spunbond yang terdapat sedikit campuran waterproof sehingga jika terkena percikan air ludah tidak sampai masuk ke dalam. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.