Pemkot Mojokerto Perkuat Peran Keluarga Perangi Narkoba

Rudy Hartono - 8 August 2026
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat Sosialisasi Narkoba bertema Keluarga Bersih Narkoba (Bersinar) yang digelar di Kelurahan Prajurit Kulon, Jumat (7/8/2026). (sumber: antara)

SR, Mojokerto  – Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat peran keluarga dalam upaya pencegahan narkoba sejak dini melalui edukasi tentang bahaya narkoba kepada orang tua.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Jumat (7/8/2026) mengatakan untuk mewujudkan Kota Mojokerto yang bersih dari penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Anak-anak kita juga menjadi sasaran. Oleh karena itu sebagai orang tua harus lebih waspada dan mengenali tanda-tandanya. Jangan sampai narkoba masuk ke lingkungan keluarga tanpa kita sadari,” kata Ning Ita sapaan akrabnya di sela kegiatan Sosialisasi Narkoba bertema Keluarga Bersih Narkoba (Bersinar) yang digelar di Kelurahan Prajurit Kulon, Jumat.

Ning Ita juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan kepedulian terhadap pergaulan anak menyusul berbagai modus peredaran narkoba kini semakin berkembang dan menyasar kalangan remaja. Sehingga, pengawasan dari keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda.

“Mewujudkan Kota Mojokerto yang bersih dari penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ucapnya.

Ia mengatakan, dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak mulai dari BNN, TNI, Polri, hingga masyarakat yang sama penting dalam memperkuat upaya pencegahan sejak dari lingkungan keluarga.

“Saya yakin cita-cita kita semua sama, yaitu Kota Mojokerto bebas dari narkoba. Karena itu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan sinergi antara BNN, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh masyarakat,” tutur Ning Ita.

Ning Ita mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh keuntungan sesaat yang ditawarkan jaringan peredaran narkoba. Selain berhadapan dengan risiko hukum, penyalahgunaan narkoba juga berdampak besar terhadap masa depan pelaku maupun keluarganya.

“Lebih baik bekerja dengan penghasilan yang halal meskipun sederhana daripada harus menghadapi konsekuensi hukum yang merugikan diri sendiri maupun keluarga,” ujarnya.

Melalui Program Kampung Bersinar, Pemerintah Kota Mojokerto berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba terus meningkat.

Ning Ita juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar. “Mari kita jaga keluarga, saudara, dan lingkungan kita bersama-sama,” tuturnya.

Ia mengatakan, jika mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan narkoba, segera laporkan kepada BNN. “Ikhtiar yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk melindungi generasi penerus sekaligus menjaga Kota Mojokerto tetap bersih dari narkoba,” ujarnya. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.