Peluru Nyasar Lukai Siswa di Gresik, Pasmar TNI Periksa 119 Personel
SR, Surabaya– Komandan Pasukan Marinir (Pasmar) 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto menyebut, pihaknya telah memeriksa sebanyak 119 personel atas insiden peluru nyasar yang mengenai dua siswa SMP di Gresik.
Oni mengatakan, proses hukum kasus tersebut diserahkan sepenuhnya ke Polisi Militer Angkatan Laut Komando Daerah AL (Pomal Kodaeral).
Dia memastikan pemeriksaan berjalan secara transparan. “Ya ini kan sekarang sudah diperiksa ya ada 119 yang nanti akan berlanjut itu terus diperiksa,” kata Oni di Surabaya, Senin (13/4/2026).
Selain itu, kata Oni, akan ada uji balistik untuk mendapat data akurat mengenai daya jangkauan amunisi. Sebab, bahan yang ditembakkan saat latihan memiliki kaliber 5,56 milimeter.
Sedangkan, lanjut dia, lokasi latihan tembak prajurit TNI AL di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, berjarak sekitar 2,3 kilometer dari sekolah para siswa tersebut.
“Kalau di speknya, jarak efektif tembakan itu hanya 400 meter, ketika di lintasan hasil uji coba itu peluru ditembak lurus akan jatuh di 1.600 dia akan melemah dan jatuh,” ujarnya.
“Akan dilaksanakan bukan sekedar uji forensik tapi uji senjata, sejauh mana tembakan ini akan jatuh. Ini tidak hanya menjawab sebagai fakta hukum, juga sebagai informasi teknis,” tambahnya.
Oni menyebut, pihaknya berencana melibatkan ahli dari PT Pindad dalam proses pengujian. Hal itu untuk mendapatkan data teknis dengan akurat mengenai daya jangkau amunisi.
“Nanti data teknis juga dari Pindad juga kita minta ya untuk memperkuat uji tersebut, sehingga kita tidak mengambil data yang asal-asalan betul-betul nanti akurat gitu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Oni mengungkapkan, lapangan tembak yang digunakan sendiri merupakan kawasan steril. Lalu, ada permukiman penduduk di sekitar area militer dalam beberapa tahun terakhir.
Oleh karena itu, Oni menyebut, pihaknya tengah melakukan evaluasi terkait kelayakan aspek keamanan lokasi. Meskipun, lapangan tembaknya sudah berstandar internasional.
“Kita tidak diam, karena di belakang itu kan ada (permukiman) masyakat, walaupun di belakang kita ada tanggul dengan ketinggian delapan meter dan ada bukit,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Darrell Fausta Hamdani (14), siswa kelas III SMPN 33 Gresik, mengalami luka tembak di tangan kiri saat berada di mushala sekolah pada 17 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WIB. “Posisi anak saya sedang membaca brosur. Acara tersebut dilakukan di mushala sekolah. Jadi anak saya ini enggak ke mana-mana. Tiba-tiba kena peluru di tangan kirinya,” ujar ibunya, Dewi Murniati. Peluru menembus lengan hingga mengenai tulang dan bersarang di punggung tangan. Sementara satu peluru lain juga mengenai temannya, Renheart.
“Anak saya ini kena tulangnya sehingga dia dipasang pen tepat di tengah-tengah. Tangannya itu enggak bisa ditekuk maupun diluruskan secara normal,” jelas Dewi.
Peluru diduga berasal dari latihan tembak prajurit TNI AL di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari sekolah.
Pihak TNI AL menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan akan bertanggung jawab atas pemulihan korban. “Pihak Kesatuan juga menyampaikan akan bertanggung jawab penuh atas penyembuhan dan pemulihan para korban sampai tuntas,” kata Dewi menirukan pernyataan tersebut. (*/ant/red)
Tags: pasmar tni, peluru nyasar, siswa gresik, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





