Mencegah Kecanduan Judi Online yang Bisa Berujung Kriminalitas

Rudy Hartono - 10 January 2025
Ilustrasi

SR,Surabaya – Judi online kini menjadi ancaman serius, terutama dengan kemudahan akses melalui perangkat digital. Banyak orang tergoda oleh janji kemenangan instan, namun kecanduan judi online bisa membawa dampak buruk, termasuk kerugian finansial, tekanan mental, hingga terjerumus ke dalam tindakan kriminal.

Karenanya, penting untuk memahami cara mencegah kecanduan judi online agar terhindar dari dampak negatifnya. Karena kecanduan judi online bukan hanya soal kehilangan uang, tetapi juga dapat menghancurkan kehidupan pribadi dan sosial seseorang.

Melansir sehatnegeriku.kemkes.go.id, kecanduan judi online membawa dampak signifikan terhadap kesehatan mental. Fenomena ini diklasifikasikan sebagai gangguan mental dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Edisi Kelima (DSM-5) sebagai gangguan perjudian (gambling disorder).

Gangguan perjudian ditandai dengan pola perilaku perjudian yang berulang dan terjadi baik secara offline atau online melalui internet. Menurut DSM-5, kriteria diagnostik gangguan ini, di antaranya seseorang akan merasa gelisah dan mudah tersinggung saat mencoba mengurangi atau berhenti bermain judi.

Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN), RS Marzoeki Mahdi, Nova Riyanti Yusuf, menyampaikan, gangguan perjudian adalah kondisi ketika perilaku judi sudah menjadi candu dan mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang.

Dalam banyak kasus, individu yang kecanduan judi sering mengalami stres, depresi, dan rasa putus asa. Hal ini mendorong mereka untuk mencari uang dengan cara tidak sah, seperti penipuan, pencurian, atau tindakan kriminal lainnya, demi membayar hutang atau melanjutkan kebiasaan berjudi.

Lalu bagaimana terhindar dari kecanduan judi online? Langkah pertama adalah memahami bahaya judi online. Edukasi mengenai dampak kecanduan judi perlu disebarkan, baik melalui keluarga, sekolah, maupun komunitas. Dengan pemahaman yang baik, seseorang lebih mungkin untuk menjauhi judi online.

Berikutnya, tentu dengan menghindari situs judi online dengan mengaktifkan filter pada perangkat Anda. Jika perlu, gunakan aplikasi parental control untuk membatasi akses terhadap platform perjudian, terutama pada anak-anak dan remaja.

Ditemukan analisa bahwa banyak orang terjebak dalam judi online karena mencari hiburan atau pelarian dari masalah. Cobalah menggantinya dengan aktivitas positif seperti olahraga, membaca, atau berkumpul dengan keluarga dan teman.

Jika sudah ada tanda-tanda kecanduan, segera cari bantuan profesional. Konseling atau terapi dapat membantu individu mengatasi kebiasaan berjudi dan menangani tekanan mental yang menyertainya. (*/rri/red)

 

 

 

 

 

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.