Mahfud MD Ingatkan Kepala Daerah Aktif Lakukan Upaya Pengendalian Karhutla

Yovie Wicaksono - 10 February 2021
Rakorsus Pengendalian Karhutla Tahun 2021 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Selasa (9/2/2021). Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), telah diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan. Inpres tersebut terdapat penugasan untuk setiap kementerian dan lembaga serta kepala daerah  agar aktif melakukan upaya pengendalian Karhutla sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

“Pada Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Karhutla hari ini, kita akan melakukan evaluasi penanganan Karhutla dari berbagai kondisi di lapangan serta langkah-langkah persiapan ke depan menghadapi puncak Karhutla tahun 2021. Kita sudah punya pengalaman banyak sejak tahun 2015 dan sudah seharusnya kita bisa menangani lebih baik lagi dan lebih sistematis,” kata Mahfud MD saat membuka Rakorsus Pengendalian Karhutla Tahun 2021 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Mahfud menjelaskan, sejak masa sulit Karhutla tahun 2015, Presiden terus memberikan perhatian khusus pada penanganan Karhutla. Dan setiap awal tahun diberikan arahan langsung oleh Presiden kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

Masa sulit kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 merupakan kontrol pembanding yang dipakai untuk peristiwa Karhutla di Indonesia dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020, luas kebakaran hutan dan lahan tercatat sebanyak 296.942 ha, angka ini jauh lebih kecil dibanding kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 yakni 2,61 juta ha.

“Perhitungan mendekati kebenaran faktual di lapangan dengan menggunakan citra resolusi tinggi, data hotspot serta verifikasi langsung oleh petugas ke lapangan,” katanya. 

Tahun 2015 menjadi titik balik penanganan Karhutla di Indonesia, sehingga Transboundary Haze Pollution atau Pencemaran Asap Lintas-Batas yang menjadi salah satu indikator penanganan Karhutla bisa terdeteksi.

Tercatat pada 2015, terjadi transboundary haze sejak mid September hingga awal Desember, lebih dari dua bulan. Lalu pada 2016 juga terjadi transboundary haze pada akhir Agustus hingga September sekitar 2 minggu. Pada 2017, terjadi pada akhir Agustus sekitar 2 hari, dan pada 2018 tidak ada transboundary haze atau nihil.

“Lalu pada tahun 2019 tercatat transboundary haze selama 10 hari pada tanggal 13 hingga 22 September. Dan alhamdulilah pada 2020 nihil transboundary haze,” kata Mahfud.

Mantan Ketua MK tersebut menjelaskan bahwa esensi pokok arahan Presiden dalam penanganan Karhutla adalah memprioritaskan pencegahan dengan pola deteksi dini hotspots dan firespots, penataan pengelolaan ekosistem gambut dengan pengendalian hidrologi, pengendalian dan pemadaman segera setiap titik api yang muncul, penegakkan hukum secara tegas bagi pembakar hutan, serta mencari solusi permanen untuk upaya pembakaran hutan dan lahan yang sengaja untuk motif ekonomi.

“Terus menerus Bapak Presiden menekankan pentingnya peningkatan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui konsolidasi dalam penanganan Karhutla secara menyeluruh oleh seluruh pihak dari pusat ke daerah, melakukan tindakan pencegahan dan early warning, penetapan siaga darurat lebih dini, reward and punishment, perbaikan dan penataan ekosistem, peninjauan lapangan, mengajak masyarakat untuk turut mencegah Karhutla dan sinergitas pusat dan daerah,” kata Mahfud.

Selain itu, arahan Presiden dalam penanganan Karhutla di letakkan pada bobot kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau yang akan mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan serta melakukan tindakan-tindakan pencegahan.

“Kita harus mengarahkan langkah-langkah kita kedepan pada upaya-upaya tersebut, baik melalui pencegahan dengan kewaspadaan dalam monitoring cuaca, tidak harus menunggu sampai kemarau tiba,” kata Mahfud. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.