Mahasiswi UK Petra Kreasikan Sarung Berbahan Batik Surabaya

Yovie Wicaksono - 6 March 2023
Para mahasiswi UK Petra saat menunjukkan karya sarung dengan teknik draping dalam event Indonesian Fashion Chamber, Minggu (6/3/2023). Foto : (UK Petra/Super Radio)

SR, Surabaya – Sebanyak 24 mahasiswi Textile and Fashion Design Universitas Kristen (UK) Petra turut berpartisipasi dalam event Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang bertajuk “Sarong Is My New Style” di Food Society, Pakuwon Mall, Minggu (6/3/2023) untuk memeriahkan dan mengkampanyekan Hari Sarung Nasional.

Pada acara tersebut, para mahasiswa menunjukkan hasil karya sarung yang sudah dipersiapkan sebelumnya dengan bahan batik Surabaya sebagai sarung (bawahan) yang penggunaannya dililitkan atau disarungkan dengan dipadu padankan bersama busana pilihan mereka sendiri. 

“Mahasiswi ini menggunakan karya draping yang bahannya kain batik, lalu dibuat rok sarung atau apapun sesuai kreasi mereka masing-masing yang dikerjakan di kampus. Lalu ditunjukkan saat ini,” kata dosen Textile and Fashion Design UK Petra, Dibya Adipranata Hody.

Acara ini juga sebagai ajang promosi kepada masyarakat bahwa sarung bisa dijadikan alternatif busana, baik dalam acara formal maupun non formal. 

“Nilai tertinggi yang dicari adalah kerumitan draping dengan keserasian busana yang dipilih oleh mahasiswa,” imbuh Dibya.

Aksi para mahasiswa dalam pameran IFC ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara diantaranya demo membuat sarung, talkshow “Sarong Is My New Style”, lomba styling sarung on spot, hingga lomba best sarong outfit.

Dibya menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Strategi Komunikasi Brand (SKB). Karena kelas fashion dalam kelas, para mahasiswa ini diperkenalkan tentang teknik draping, yakni sebuah teknik pembuatan pola tiga dimensi menggunakan dressmaker form (dummy) agar mahasiswa kedepannya bisa membuat busana sesuai dengan bentuk tubuh klien.

“Tugas SKB ini mengajarkan pada mahasiswa bagaimana mengkomunikasikan produksi draping mereka (mahasiswa) dengan cara mengenakannya, lalu para mahasiswa diminta menyampaikan pada calon customer (masyarakat umum) bahwa busana dengan teknik draping bisa digunakan untuk berbagai suasana,” kata Dibya yang memiliki spesialisasi pada manajemen fashion, fashion design thinking, dan fashion design ini. 

Melalui acara ini, diharapkan semua orang termasuk mahasiswa bisa membiasakan sarung sebagai salah satu item fashion modern untuk generasi masa kini. 

“Melestarikan item busana tradisional dengan style modern agar sesuai digunakan sebagai item busana modern,” sambungnya.

Seorang mahasiswi UK Petra yang turut serta dalam acara tersebut, Fiona Jeannice mengungkapkan rasa bahagianya bisa terlibat dalam salah satu pelestarian budaya tradisional itu. 

“Senang sekali, karena dapat pengalaman baru. Pertama kalinya saya belajar teknik draping dengan membuat sarung berbahan batik Surabaya. Awalnya susah tapi begitu sudah menemukan feel-nya ternyata seru juga,” pungkasnya. (*/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.