KPU Siapkan TPS Khusus Bagi Wilayah Terisolir Dampak Covid-19

Yovie Wicaksono - 29 July 2020
Sosialisasi KPU. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – KPU Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menyiapkan tempat pemungutan suara (TPS) khusus bagi wilayah yang terisolir dampak Covid-19.

Komisioner, Divisi SDM dan Parmas KPU Kabupaten Kediri Nanang Qosim mengatakan,  pendirian TPS khusus merupakan instruksi langsung dari KPU RI yang diteruskan melalui KPU Provinsi Jawa Timur sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Pembekalan yang dilakukan oleh KPU RI dan KPU Provinsi memang nanti apabila disuatu wilayah tersebut terindikasi, terisolir. Maka kami harus membuka TPS khusus,” ujar Nanang Qosim, Selasa (28/7/2020).

Supaya aman tidak tertular, petugas yang bekerja di sekitar TPS diwajibkan untuk  memakai kelengkapan alat pelindung diri (APD) standar Covid-19. Bahkan KPU Kabupaten Kediri juga mewacanakan mendirikan TPS khusus di rumah sakit apabila hal itu diperlukan.

“Kalau jumlahnya memenuhi kami akan membuka TPS di rumah sakit atau di tempat karantina. Sehingga mereka tetap bisa menggunakan hak suaranya,” ujarnya.

Teknis pelaksanaannya, KPU akan berkoordinasi dengan tim gugus tugas Covud-19 dan Bawaslu untuk membahas hal ini. Pihaknya tidak menginginkan nantinya akan muncul cluster baru apabila dalam teknis pelaksanaannya dilakukan secara tidak prosedural, sesuai standar protokol kesehatan.

“Kecuali memang mereka diperbolehkan untuk keluar. Jadi mereka dipersiapkan untuk mencoblos di TPS terdekat dari rumah sakit tersebut. Tentunya itu juga atas pertimbangan dari kawan-kawan Bawaslu kemudian Tim Gugus Tugas Covid-19. Jangan sampai nanti mereka yang terisolasi datang bergabung ke tempat umum, malah jadi klaster baru,” kata Nanang.

Nanang menambahkan, pembuatan TPS khusus memang sudah ada aturannya dalam PKPU.

Sekedar diketahui, jika jumlah TPS pada Pilkada tahun lalu tercatat berjumlah  2611. Sementara TPS pada Pilkada 2020 jumlahnya bertambah menjadi 3311. Jika dihitung ada penambahan 300 lebih TPS pada pergelaran Pilbup 2020.

“Dan itu sudah masuk di dalam anggaran penambahan dari APBN, kalau TPS khusus belum masuk disini. Nanti kan itu dimungkinkan ada penambahan TPS khusus ketika ada seperti ini. Atau 1 TPS dipindahkan ke tempat seperti itu. Nanti dibicarakan dengan tim data dan tim teknis,” ujarnya.

Dalam Pilkada tahun ini rasio 1 TPS dimaksimalkan  mengakomodir 400 orang pemilih. Sementara dalam Pilkada tahun lalu sebelum ada pandemi Covid-19, jumlah pemilih dalam satu TPS bisa mencapai 500 orang. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.