Khofifah Minta Pengelolaan Data Harus Bisa Mensejahterakan Masyarakat

Yovie Wicaksono - 26 January 2021
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Foto : (Humas Pemprov Jatim)

SR, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pengelolaan data yang dilakukan perangkat daerah benar-benar bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, data yang tersaji akan bisa mensejahterakan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Inovasi dan Program Strategis bersama Dinas Kominfo Prov. Jatim serta seluruh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi  (PPID) Prov. Jawa Timur secara daring, Selasa (26/1/2021).

Khofifah meminta pengelolaan data harus tersaji secara real time. “Data harus terupdate setiap saat, bukan hanya saat dibutuhkan atau diminta data tersaji. Namun data harus tersampaikan dengan baik, karena itu merupakan hasil pembangunan pemerintah,” pintanya.

Upaya peningkatan layanan informasi melalui Big Data sejatinya terus penyempurnaan. Sehingga nantinya diharapkan mampu menjadi sumber utama dalam mendapatkan berbagai informasi dari berbagai sektor guna mendukung percepatan pengambilan keputusan yang tepat dan pelayanan yang cepat kepada masyarakat.

“Kominfo sebagai pusatnya Big Data, sementara perangkat daerah lainnya terus menyajikan layanan data secara update dengan memanfaatkan tenaga PPID yang ada,” jelasnya.

Untuk mendukung Big Data dan Program Satu Data, pihaknya dalam waktu dekat akan memberikan pelatihan khusus pada tenaga PPID di masing-masing OPD. “Saya mohon kepala BPSDM Jatim menyiapkan kegiatan pelatihan tenaga PPID,” katanya.

Khofifah berpesan, meskipun dalam kegiatan ini akan melibatkan beberapa pihak atau tenaga ahli yang akan membantu, namun operator dari Big Data tetap berasal dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dalam hal ini dari Dinas Komunikasi dan Informatika agar koordinasi dengan PD berjalan lancar.

“Operator harus dikendalikan dari Diskominfo Jatim agar yang menginput data dapat dipertanggungjawabkan dan mudah memonitor melalui satu pintu dinas Kominfo Jatim,” pesannya.

Sementara itu, guna mewujudkan Big Data dan layanan Satu Data Indonesia, Dinas Kominfo Jatim membentuk Pusat Layanan Data Statistik Sektoral (PLASTIKS). Layanan Data Statistik Sektoral nantinya bisa diakses semua kalangan dengan variasi tampilan, misalnya data berbentuk tabel dan infografis. Program ini juga sesuai dengan prosedur keterbukaan informasi publik.

Dalam PLASTIKS juga akan tersaji polling kepuasan layanan, pencarian data yang memudahkan pengguna layanan, tampilan daftar data terbaru dari setiap perangkat daerah sebagai produsen data. “Kami juga akan melengkapi dengan User management berjenjang, mulai dari operator, verifikator dan walidata,” kata Benny Sampirwanto, Kepala Dinas Kominfo Jatim.

Benny mengakui, selama ini yang menjadi kendala dalam mewujudkan Big Data diantaranya masih adanya OPD yang sebagai produsen data belum semuanya menyerahkan data sektoral untuk pengayaan Big Data. Selain itu banyaknya sistem aplikasi baik dari pusat dan daerah yang harus di entry dengan data yang sama, serta kurangnya Tenaga Statistisi (Data Scientist) dan Computer Scientist.

Untuk mengatasi itu semuanya, konektivitas data dan sistem di antara seluruh OPD bisa terbangun dengan baik dan dapat diakses secara langsung serta akurasinya terjaga. Hal ini mempermudah, mempercepat dan meningkatkan efektifitas layanan kepada masyarakat. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.