Khofifah Beri Apresiasi 1.000 Seniman dan 240 Juru Pelihara Cagar Budaya

Yovie Wicaksono - 8 April 2022

SR, Surabaya – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi dan tunjangan kehormatan kepada 1.000 seniman dan 240 juru pelihara cagar budaya yang diwakilkan oleh 60 seniman dan 20 juru pelihara di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/4/2022).

Dalam kesempatan itu Khofifah mengatakan, apresiasi ini bertujuan mendorong semangat dan memotivasi para seniman untuk terus berkarya dan membangun eksistensinya, serta meringankan beban akibat terdampak pandemi Covid 19.

“Terima kasih atas dedikasi dan loyalitas selama ini. Memberi apresiasi ke seniman dan juru pelihara cagar budaya bagian dari yang seringkali terlupakan, bahwa cagar budaya kita harus dirawat, dijaga dan dilestarikan, karena banyak kearifan-kearifan yang ada didalamnya,” kata Khofifah. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarto mengungungkapkan, seniman merupakan salah satu pilar kekuatan kebudayaan. Para seniman ini terus berkarya, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi dalam kurun waktu dua tahun terakhir. 

“InsyaAllah para seniman jarang tidur, sehingga menghasilkan karyanya luar biasa serta memperkuat karakter kebangsaan, pantaslah mendapatkan apresiasi dari Ibu Gubernur,” ujarnya.

Sementara itu Perwakilan Seniman, Eddy Pranoto mengatakan, kebudayaan memiliki peran sentral dan fundamental, sebagai landasan utama tatanan kehidupan. Nilai nilai kebudayaan yang mengakar kuat dalam sendi sendi kehidupan adalah pra-syarat utama bagi kemajuan suatu bangsa. 

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen kuat untuk menjadikan kebudayaan dan nilai nilai kearifan lokal sebagai landasan pembangunan,” ucapnya.

“Maka sekali lagi izinkan kami menghaturkan terima kasih yang setulus tulusnya kepada ibu gubernur, apresiasi ini kian memompa semangat kami untuk terus kreatif, berkarya, menyongsong berakhirnya pandemi, menjadi masa endemi,” harapnya.

Ia juga berharap, sektor ekonomi kreatif dapat kembali optimis untuk bangkit, seiring dengan tagline Jawa Timur tahun 2022, yakni “Optimis Jatim Bangkit”. Ia berharap, apresiasi semacam ini tidak hanya sebatas seremoni.

“Kedepan kita siap bersinergi, berkolaborasi. Kemajuan kebudayaan memang menuntut adanya aksi kolaborasi dan segenap stakeholder, seniman atau pelaku budaya, pemerintah, dan mungkin juga perlu menggandeng pelaku usaha. Prinsipnya kami siap,” tegasnya.

Seperti diketahui, apresiasi ini diberikan kepada 1.000 orang seniman, dan 240 orang juru pelihara cagar budaya. Masing masing mereka mendapatkan apresiasi berupa uang tunai, bingkisan kebutuhan pokok, paket alat kesehatan dan uang transportasi. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.