Kenali Penyebab Berat Badan Tidak Adekuat Pada Anak

Yovie Wicaksono - 21 March 2022

SR, Jakarta – Berat badan (BB) pada anak, apalagi usia di bawah 5 tahun memang kerap menjadi permasalahan tersendiri bagi sebagian orang tua. Terkadang orang tua meyakini asupan makanan pada anak sudah cukup, namun ternyata berat badan si anak tidak naik atau malah semakin berkurang, maka hal tersebut perlu dipertimbangkan.

“Kita harus evaluasi bagaimana asupannya, sudah cukup atau belum. Kalau misalnya memang asupannya sudah baik baru dipikirkan penyebab berat badan tidak naik dengan baik,” kata Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Kuningan, Aulia Fitri Swity, Senin (21/3/2022).

Aulia mengatakan, beberapa penyebab BB tidak adekuat (memadai) diantaranya asupan tidak cukup seperti refluks gastroesofageal yaitu gangguan pencernaan kronis, asupan ASI yang tidak adekuat, kesalahan dalam pemberian susu formula, gangguan makan kemanik, dan kebiasaan makan yang buruk. 

Selain itu, adanya penyerapan yang terganggu seperti anemia defisiensi besi, atresia bilier, infeksi saluran cerna kronis, serta alergi susu sapi. Penyebab lainnya yakni metabolisme meningkat seperti infeksi kronis (HIV/AIDS), infeksi Tuberkulosis (TBC), infeksi saluran kemih), penyakit jantung bawaan, hipertiroid, keganasan, dan gagal ginjal.

“Salah satu yang harus diperhatikan bisa jadi karena anemia defisiensi besi. Kenapa anemia ini penting? Karena kalau sudah kronis akan terjadi kehilangan saraf-saraf pengecap pada lidah si anak, makin lama si anak makin tidak mau makan karena buat dia makanannya tidak berasa, nantinya dia malah mencari makanan yang aneh-aneh, misalnya makan es batu. Jadi ini harus kita curigai kalau anak dirasa makannya sudah lumayan tapi berat badannya tidak naik,” kata Aulia.

Adapun gejala anemia defisiensi besi yaitu mudah lelah, lemah, pucat, dan kulit tampak putih kekuningan. Pada keadaan kronis anak akan menjadi mudah sakit, napsu makan menurun, mengalami gangguan belajar, gangguan tumbuh kembang, dan penurunan daya tahan tubuh.

Kemudian, kata Aulia, penyebab BB tidak naik karena adanya metabolisme meningkat salah satunya karena infeksi saluran kemih (ISK). Infeksi sendiri terjadi karena tumbuh dan berkembangnya bakteri atau mikroba dalam saluran kemih dalam jumlah bermakna. Gejalanya bervariasi dan tidak spesifik sehingga seringkali tidak terdeteksi, namun gejala yang paling umum yaitu demam.

“Kalau untuk bayi biasanya gejalanya rewel, sakit perut, dan penggunaan pampers yang jarang diganti. Untuk anak yang lebih besar, gejalanya anak mengeluh sakit saat buang air kecil atau sedikit-sedikit ingin pipis, dan mengompol,” kata Aulia.

Menurutnya, jika ISK tidak diobati dengan tepat dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal, infeksi berat, jaringan parut pada ginjal, hipertensi, dan gagal ginjal kronis. Penanganannya yaitu eradikasi infeksi dengan antibiotika spesifik, deteksi dan tatalaksana kelainan anatomi saluran kemih.

“Lakukan deteksi dan pencegahan infeksi berulang seperti ajarkan anak untuk tidak menahan kencing dengan mengajak berkemih tiap 2 jam, ajarkan anak untuk membersihkan kemaluan dari arah depan ke belakang setelah kemih, atau konstipasi,” kata Aulia.

Penyebab BB anak kurang lainnya, kata Aulia, karena Tuberkulosis (TBC). Infeksi TBC ini pada umumnya mengenai paru-paru, namun dapat juga mengenai organ tubuh lain seperti kelenjar getah bening, selaput otak, tulang, ginjal dan kulit. Penyakit TBC sendiri merupakan penyakit menular yang terjadi karena percikan dahak yang mengandung kuman TBC, yang dapat terjadi saat penderita TBC bicara, batuk maupun bersin.

“Penanganannya yaitu pemberian obat anti tuberkulosis, terdiri dari kombinasi minimal 3 jenis obat. Pengobatannya terbagi menjadi 2 tahap yaitu fase intensif selama 2 bulan dilanjutkan dengan fase lanjutan dan waktu pengobatan selama 6-12 bulan,” kata Aulia. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.