Jelang Ramadan 2021, Kebutuhan Bapok di Jatim Aman

Yovie Wicaksono - 23 March 2021
Ilustrasi.

SR, Surabaya – Menjelang bulan Ramadan, kebutuhan bahan pokok (bapok) masyarakat di Jawa Timur baik harga dan stok cukup aman. Antara lain daging sapi, telur ayam ras, serta beras, pada posisi surplus. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, apalagi saat ini Jawa Timur masih berada pada posisi siap panen raya sampai dengan pertengahan April 2021. Oleh karena itu, Jawa Timur tidak membutuhkan beras impor, karena punya stok beras yang berlimpah.

“Oleh karena itu ini saya harapkan bisa menjaga stabilisasi harga beras di tingkat masyarakat,” kata Khofifah saat meninjau vaksinasi Covid-19 untuk Takmir dan Imam Masjid Al Akbar, Surabaya, Selasa (23/3/2021).

Menurutnya, koordinasi tim Satgas Pangan termasuk di dalamnya Bulog Jatim sudah lebih dua minggu berkeliling ke sentra-sentra penghasil padi dan beras. Hal ini dilakukan supaya Bulog bisa menyerap beras di tingkat petani. Karena kalau beras tidak segera diserap, ada kekhawatiran nanti harga beras bisa di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). 

“Kepada seluruh masyarakat Jawa Timur disampaikan sekali lagi bahwa stok bapok cukup aman apakah itu terkait dengan beras, daging sapi daging ayam telur gula semua pada posisi yang aman,” ujarnya. 

Menurut data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (siskaperbapo) Disperindag Jawa Timur pada, Selasa (23/3/2021) beras IR 64 Rp 9.600 per kilogram, daging sapi murni kualitas baik Rp 109.000 per kilogram, daging ayam ras Rp 32.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp 22.000 per kilogram. 

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan  saat dikonfirmasi mengatakan, produksi padi pada 2020 sebesar 9,94 juta ton gabah kering giling  (GKG) Jika dikonversikan menjadi beras setara dengan 5,71 juta ton beras.

Produksi beras Jatim tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan April, yaitu sebesar 1,29 juta ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada bulan Desember, yaitu sebesar 0,15 juta ton. Berbeda dengan produksi bera pada  tahun 2020, produksi beras tertinggi pada 2019 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 1,11 juta ton. 

Sementara itu, produksi beras di Jatim pada Januari 2021 sebesar 0,17 juta ton beras, dan potensi produksi beras sepanjang Februari hingga April 2021 sebesar 2,69 juta ton beras.

Dengan demikian, potensi produksi beras pada subround Januari-April 2021 diperkirakan mencapai 2,86 juta ton  beras, atau mengalami kenaikan sebesar 0,45 juta ton (18,64 persen) dibandingkan dengan produksi beras pada subround yang sama pada 2020 yang sebesar 2,41 juta ton. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.