Harlah Satu Abad NU, Wagub Emil Ajak Generasi Muda Pahami Sejarah
SR, Malang – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengajak generasi muda untuk memahami sejarah perjalanan bangsa sebagai fondasi dalam membangun masa depan Indonesia. Hal ini diungkapkannya ketika menghadiri Kick Off Harlah Satu Abad NU yang digelar PWNU Jatim di Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (7/1/2026).
“Penelusuran sejarah penting agar generasi muda mampu melihat berbagai peristiwa masa lalu sebagai pelajaran yang relevan hingga hari ini,” katanya.
Emil mengaku bangga bisa hadir dalam momen satu abad NU dari unsur pemerintahan. Dalam konteks pemerintahan, kontribusi para pendahulu dan pemerintah-pemerintah terdahulu di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat besar dan tidak boleh dilupakan. Ia menyebut, Indonesia memiliki kekhasan dalam memaknai kebijakan yang tidak sekadar bersifat teknis, tetapi juga mengandung nilai kebijaksanaan.
“Dalam bahasa Inggris dikenal istilah policy dan wisdom yang berbeda makna. Namun dalam bahasa Indonesia, kebijakan itu harus bermakna bijak. Artinya, setiap keputusan pemerintah tidak hanya benar secara administratif, tetapi juga mengandung nilai kebajikan,” ujar Emil.
Ia menjelaskan, kebijakan publik seharusnya lahir dari pemahaman atas sejarah, nilai-nilai kebangsaan, serta kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, setiap keputusan pemerintah perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dan nilai dasar yang menjadi pijakan berdirinya bangsa.
Emil juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang terbentang luas dari Sabang hingga Merauke dengan keberagaman budaya, suku, dan latar belakang masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, harus disyukuri dan dijaga bersama.
“Keberadaan Indonesia sebagai negara yang utuh sampai hari ini adalah sesuatu yang patut kita jaga. Sebagai mayoritas maupun minoritas, semua memiliki peran dan kontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Lebih lanjut, Emil menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan meneruskan nilai-nilai kebangsaan. Generasi muda diharapkan tidak hanya kritis, tetapi juga mampu berkontribusi secara positif dalam kehidupan sosial, budaya, dan pembangunan.
“Kita ingin anak-anak muda tetap terhubung dengan akar sejarahnya, memahami jati diri bangsanya, dan berkontribusi secara nyata bagi Indonesia ke depan,” pungkas Emil. (*/rri/red)
Tags: emil dardak, Harlah NU, malang, satu abad
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





