Harga Kedelai Naik, Sentra Pengrajin Tahu di Kediri Tetap Produksi

Yovie Wicaksono - 4 January 2021
Produksi tahu merek Populer di Kampung Tahu, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Melambungnya harga kedelai impor sejak satu minggu terakhir, membuat sejumlah pengrajin tahu di Kampung Tahu, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri terpaksa harus mengurangi komposisi kedelai saat produksi.

Salah satu pekerja tahu merek Populer,  Santoso mengatakan, meski harga kedelai impor mahal, pihaknya tetap harus berproduksi karena pihaknya  tetap harus melayani pesanan dari pelanggan.

“Kalau nggak produksi eman-eman (sayang, red) konsumen,  karena setiap harinya kita selalu melayani pesanan dari pelanggan,” ujar Santoso, Senin (4/1/ 2021).

Meski komposisi bahan baku kedelai dikurangi, pria berusia 48 tahun ini  berani menjamin jika hal tersebut tidak berpengaruh pada kualitas rasanya.

“Untuk kualitas rasanya tetap saja enak, cuman kekerasan tahu saja sedikit berkurang,” ujarnya.

Setiap harinya untuk satu kali produksi, Santoso mengaku bisa membuat 4 ribu biji tahu dengan komposisi  bahan baku kedelai impor 210 kilogram. Setiap hari ia harus melayani pesanan konsumen dari luar kota seperti Tulungagung, Nganjuk, Jakarta, Bali dan seputaran wilayah Kabupaten Kediri.

“Kalau sini pesanan malah justru lebih banyak dari luar kota, kalau dalam kota Kediri nggak ada,” ujarnya.

“Saya jual 10 biji Rp 15.000 tanpa besek,  per biji Rp 1.500, kalau pakai kemasan besek Rp 17.000,” imbuhnya.

Santoso menjelaskan jika kualitas kedelai impor memang lebih bagus jika dibandingkan dengan kedelai lokal. Menurutnya, hampir semua pengrajin tahu yang membuka usaha di wisata edukasi Kampung Tahu Kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren lebih condong memilih menggunakan berbahan kedelai impor.

“Kalau buatnya pakai bahan baku kedelai impor hasilnya lebih bagus ketimbang, kedelai lokal,” tuturnya.

Bahan baku yang dipakai untuk proses produksi tahu kuning antara lain kunyit, garam, serta daun pandan sebagai pengharum.

Seperti diketahui, Kampung Tahu, Kelurahan  Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri sudah ada sejak 1958. Sedikitnya ada 30 pengrajin tahu yang tersebar di 8 RT dan 2 RW.

Meski, peralatan yang digunakan membuat tahu masih tradisional, namun produksi tahu di Kelurahan Tinalan ini sangat inovatif dan kualitas rasanya sangat enak.

Selain tahu, banyak aneka masakan yang berbahan kedelai disana, antara lain stik tahu, coklat tahu dan lainnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.