Edukasi Bahaya Covid-19 Melalui Karya Seni

Yovie Wicaksono - 25 December 2020
Kegiatan refleksi akhir tahun wisata seni rupa virtual. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejak 2 hari belakangan, ada sesuatu yang berbeda di ruang tunggu Balai Kota Kediri di Jalan Basuki Rahmat, Kota Kediri. Hampir setiap sudut ruang tunggu terpajang puluhan karya lukis, foto dan seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi hasil karya seni dari 22 seniman yang ada di Kota Kediri.

Kegiatan tersebut merupakan refleksi akhir tahun wisata seni rupa virtual yang mengambil tema Rupa Pandemi Kita. Imam Mubarok selaku panitia acara menjelaskan, alasan dipilihnya Balai Kota sebagai tempat penyelenggaraan dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerumunan.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Barok ini mengungkapkan, jika karya lukis dan foto maupun seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi ini memiliki pesan agar masyarakat tetap waspada tentang bahaya penyebaran Covid-19.

“Ada pesan yang disampaikan lewat seni, baik seni lukis maupun seni instalasi yang  memiliki makna penting, mengisyaratkan bahwa ini loh yang kalian jaga. Penanganan pandemi Covid-19 bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah, melainkan juga tanggung jawab kita semua,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai dosen ini.

Dari puluhan hasil karya seni yang dipamerkan, ada salah satu karya yang menarik perhatian pengunjung, yakni seni instalasi sambung dungo yang memiliki pengertian sebuah pengharapan ketika manusia berikhtiar.

“Selain doa, kita bisa menggunakan media tertentu, salah satu kenapa ada dupa. Dupa yang kita gunakan adalah kayu gaharu yang memiliki khasiat menghancurkan virus-virus dan bakteri, ini karya seni saya,” ujar budayawan tersebut.

Karya seni instalasi ini diwujudkan dalam bentuk fisik berupa dua patung pengantin loro blonyo yang sedang memakai masker. Diantara dua patung tersebut ditaruh sebuah dupa berbahan kayu gaharu dan keris.

“Miniatur covid ini ditaruh diatas dupa supaya menjadi toleran, bahwa sama-sama makhluk gusti Allah, ayo kasihan manusia dan sebagainya, berdamailah. Ada keris juga disitu, sebagai doa pengharapan kepada Allah SWT agar wabah segera berakhir,” harapnya.

Gus Barok mengaku ide karya seni instalasi ini sudah dikonsep sejak 2 minggu lalu. Sementara miniatur bentuk covid dibuatnya selama 3 hari. “Semuanya saya kerjakan sendiri,” ujarnya.

Disamping seni lukis dan seni instalasi, turut diperlihatkan tentang  40 karya foto dari fotografer media nasional, foto dokumentasi Satpol PP Kota Kediri serta foto dokumentasi Polres Kediri Kota. Kumpulan foto ini secara garis besar mempertontonkan tentang semua kegiatan yang berhubungan dengan penanganan Covid-19.

“Semua foto menggambarkan, kegiatan Satpol PP sebagai pelaksana yustisi. Kepolisian yang ikut hadir disana dan juga ada pernak pernik masyarakat secara umum baik penyintas dari Covid-19, bagaimana kehidupan mereka, bagaimana penerima bansos, dan juga ada foto-foto tentang kematian,” imbuh Gus Barok.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, karena bahaya Covid-19 ini ada dan nyata.

Sementara itu salah satu pelaku seni bernama Bambang mengungkapkan, bentuk karya seni ini dibuat untuk menyikapi persoalan pandemi saat ini. Salah satu karya seni lukis ini ada yang dibuat beberapa bulan lalu disaat awal pandemi pada dan juga ada yang baru.

Sekedar informasi, kegiatan refleksi akhir tahun wisata seni rupa virtual ini diselenggarakan mulai 24 hingga 27 Desember 2020. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.