Dyah Katarina : Laki-laki dan Perempuan Itu Setara

Yovie Wicaksono - 8 March 2022
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Dyah Katarina. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Dyah Katarina mengatakan, saat ini kaum perempuan telah mendapatkan pengakuan di ruang-ruang publik. Banyak kiprah perempuan dalam pengambilan kebijakan publik mulai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hingga di berbagai aktivitas sosial dan ekonomi lainnya.

“Kita lihat misalkan, sekarang kepala dinas atau sopir PMK sudah tidak harus laki-laki. Kepala Puskesmas, Camat atau Lurah sekarang juga banyak yang perempuan. Itu sejak jamannya Pak Bambang DH sudah berlaku. Artinya siapa yang mampu ya silakan, jadi laki-laki atau perempuan sudah tidak lagi jadi pertimbangan untuk menempati suatu jabatan,” katanya, Selasa (8/2/2022).

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, ketika kesetaraan gender diberlakukan, maka tidak perlu lagi melihat laki-laki atau perempuan, karena semuanya sama dan setara.

“Kalau ada diskriminasi baru kita soroti dan menurut saya sekarang tidak ada diskriminasi. Artinya tidak lagi membedakan gendernya, laki-laki atau perempuan tetapi lebih kepada kemampuan seseorang,” sambungnya.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini pun menambahkan, sejauh ini Pemkot Surabaya telah memberikan sosialisasi, penyadaran ke masyarakat tentang kesetaraan gender, meski hal ini masih perlu lebih digencarkan lagi.

“Karena ternyata masih ada masyarakat yang belum kena sasaran. Misalkan selama ini sasarannya adalah kader yang dimana kader punya tugas untuk menyampaikan ke warga tapi mungkin tidak memiliki kemampuan, fasilitas maupun sarana untuk menyampaikannya. Nah ini menjadi evaluasi untuk Pemkot supaya lebih merata lagi,” tandasnya.

Dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional, Dyah pun berpesan kepada semua perempuan untuk tetap menjadi diri sendiri dan berupaya menjadi perempuan yang mandiri.

“Mandiri bukan berarti gagah terus berkonotasi negatif, tapi lebih pada perempuan harus mandiri agar apabila terjadi sesuatu, perempuan itu sudah settle. Kembangkan potensi diri, tidak usah minder. Karena perempuan itu kalau dikasih kesempatan, dia bisa menjadi apapun,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.