Dito : Kampung Inggris, Simpang Lima Gumul dan Bandara Kediri Harus Saling Terkoneksi
SR, Kediri – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono menyebut jika nantinya pembangunan Bandara Kediri sudah rampung pengerjaannya, harus ada konektivitas antara lokasi wisata Monumen Simpang Lima Gumul dan Kampung Inggris.
Namun sebelum konektivitas itu terhubung, pemuda yang akrab disapa Dito ini mengatakan harus ada penataan atau pengaturan terhadap tempat lembaga kursusan dan pedagang yang berjualan disana agar semuanya terlihat lebih baik dari sebelumnya.
Pemuda berusia 28 tahun ini menilai kehidupan di Kampung Inggris sangat majemuk, dimana banyak sekali pendatang yang singgah dan tinggal disini. Karena itu nantinya ia meminta Satpol PP Kabupaten Kediri untuk fokus melakukan pengawasan guna menjaga keamanan dan ketertiban di Kampung Inggris.
“Konektivitas kampung Inggris dan bandara itu harus direalisasikan, karena kalau tidak maka akses dari bandara ke Kampung Inggris menjadi sulit kalau tidak ada akses tersebut. Tapi sebelum sampai ke tahapan itu, yang harus diperhatikan adalah penataan dari Kampung Inggris itu sendiri, jadi kursusnya dan pedagang harus tertata lebih baik,” katanya.
Dito menilai Kampung Inggris merupakan salah satu icon yang dimiliki oleh Kabupaten Kediri. Ketika berkampanye dan berdiskusi disana, ia mendapatkan keluh kesah dari pemilik lembaga kursusan yang mengaku jika perhatian yang diberikan Pemda setempat masih kurang. Salah satu keinginan yang disampaikan, mereka ingin dibuatkan domain website tentang kampunginggris.co.id
“Supaya apa nama Kampung Inggris ini tidak diambil alih oleh kabupaten lain. Karena apa sudah mulai ada beberapa daerah mau menciptakan seperti Kampung Inggris ini. Lalu yang kedua tadi saya tanya kaitanya dengan air bersih, ini juga menjadi problem. Banyak sekali titik-titik dimana Septic Tank berdekatan dengan pompa air jadi ini sudah tidak bagus,” ujar Dito.
Bahkan kadar pH air disana dinilainya sangat kurang bagus. Selain menemukan dua pokok permasalahan tadi, Dito menganggap di Kampung Inggris harus ada standarisasi kurikulum. Ia menjelaskan jika metode atau materi apa yang diajarkan harus ada acuan dasar yang dipakai.
“Semacam buku pedomanlah, bagaimana mereka mengedukasi saya nantinya akan memberikan kebebasan. Supaya mereka memiliki daya juang, atau daya berkompetisi antar lembaga satu dengan lembaga lain,” tandasnya. (rh/red)
Tags: Bandara Kediri, Calon bupati kediri, Hanindhito Himawan Pramono, Kampung inggris kediri, Simpang Lima Gumul
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





