Belajar Interpretasi Grafik dengan Metabase

Rudy Hartono - 26 August 2024
Suara warga adalah artikel atau opini pribadi penulis dan bukan representasi redaksi Super Radio
Tresna Maulana Fahrudin saat memberi arahan saat mengajarkan teknologi metabase kepada siswa MAN 1 Lamongan. (foto:istimewa)

Oleh : Tresna Maulana Fahrudin (Dosen Program Studi Sains Data UPN “Veteran” Jawa Timur)

SEBAGAI  teknologi yang mudah dipelajari oleh banyak orang tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang mumpuni, teknologi metabase dapat dipelajari oleh siswa MAN 1 Lamongan dengan baik.

Metabase menyediakan berbagai rekomendasi grafik untuk melakukan visualisasi data baik diagram garis, diagram batang, diagram area, diagram waterfall, diagram lingkaran, peta, tabel pivot, dan lainnya. Dengan fitur yang mudah digunakan dan gratis, metabase menjadi tools yang populer bagi lembaga atau individu untuk visualisasi data.

Dengan dipandu oleh tim dari UPN “Veteran” Jawa Timur, Tresna Maulana Fahrudin, Ilmatus Sa’diyah, Nabilah Selayanti, Shafira Amanda Putri, dan Muhammad Nashif Farid, siswa MAN 1 Lamongan sangat antusias mengikuti semua tahapan dalam praktik menggunakan teknologi metabase selama dua hari, 6-7 Agustus 2024. Siswa mengikuti arahan dari tim dengan maksimal. Semua tim pun terlibat penuh dalam kegiatan.

Metabase diajarkan untuk meningkatkan kemampuan asesmen kompetensi minimum (AKM) literasi-numerasi dan interpretasi grafik dalam diri siswa. Dalam AKM, kompetensi yang dinilai adalah literasi membaca dan literasi matematika (numerasi).

Secara umum, literasi membaca berkaitan dengan keterampilan siswa dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan beragam jenis teks. Sementara itu, literasi numerasi berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

Untuk itu, dua kompetensi literasi itu dapat dipelajari secara tidak langsung oleh siswa MAN 1 Lamongan melalui teknologi metabase.

“Meskipun waktu kegiatan sangat terbatas karena kegiatan siswa di sekolah, kegiatan tetap berjalan dengan optimal. Siswa antusias. Siswa memahami dan bisa mempraktikkan penggunaan metabase, mulai dari instalasi metabase, java, dan lainnya. Semua tahapan diikuti dengan baik oleh siswa. Saya sangat mengapresiasi hal ini,” ujar Ilmatus Sa’diyah, saat ditemui setelah kegiatan di MAN 1 Lamongan.

Kegiatan pada hari pertama diisi dengan materi utama, yaitu intuisi data, visualisasi data, interpretasi data, dan pemanfaaran metabase, selain instalasi semua aplikasi ke dalam komputer. Siswa MAN 1 Lamongan diminta mempraktikkan menggunakan perangkat lunak metabase menggunakan beberapa dataset yang telah disediakan oleh narasumber.

Selain itu, siswa langsung praktik mengimport dataset, memilih dan menyajikan berbagai bentuk diagram, merancang dasbor, dan menginterpretasikan grafik. Studi kasus dataset yang digunakan mengacu pada soal-soal AKM Literasi Numerasi yang sudah ada sebelumnya. Kemudian, hari berikutnya, siswa belajar cara menginterpretasi grafik yang dihasilkan melalui metabase melalui zoom meeting sekaligus evaluasi. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.