Apa Vesper Agung dalam Liturgi Gereja Katolik? Berikut Penjelasannya

Rudy Hartono - 22 January 2025
Mgr. Christophorus Tri Harsono (Uskup Keuskupan Purwokerto) saat memimpin ibadat Vesper Agung di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, Surabaya, Selasa (21/1/2025) sore. (foto:niken oktavia/superradio.id)

SR, Surabaya – Ibadat Vesper Agung menjadi acara pembuka dalam rangkaian tahbisan Uskup Surabaya terpilih, RD Tri Budi Utomo, Selasa (21/1/2024) sore. Sekira 1200 umat dengan suka cita berkumpul di Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya untuk beribadah di momen istimewa ini.

RD Ferdian Dwi Prastyo menjelaskan “vesper” berasal dari bahasa Latin yang berarti petang. Dalam liturgi Gereja Katolik, vesper adalah bagian dari ibadat harian yang dilakukan pada sore hari. Namun, Vesper Agung kali ini memiliki keistimewaan, karena menjadi ibadat pembuka seluruh rangkaian tahbisan uskup.

Romo Ferdian di sela ibadat Vesper Agung di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, Surabaya, Selasa (21/1/2025) sore. (foto:niken oktavia/superradio.id)

“Ibadat ini mencakup pengakuan iman publik dan janji setia kepada Tahta Suci oleh Uskup terpilih. Selain itu, ada pemberkatan lambang-lambang lahiriah dan atribut liturgi yang akan dikenakan sehari-hari oleh Bapak Uskup,” kata Romo Ferdian.

Lebih lanjut, RD. Antonius Yanuar menjelaskan, salah satu hal penting dalam Vesper Agung, kata Romo Yanuar, adalah pengakuan iman Uskup terpilih yang dilakukan secara publik, sebuah kewajiban bagi mereka yang menerima jabatan gerejawi tertentu. Selain itu, Uskup terpilih juga mengucapkan janji kesetiaan kepada Tahta Suci di hadapan Nuncius Apostolik (Duta Besar Vatikan), Mgr. Piero Pioppo, yang merupakan perwakilan langsung Paus Fransiskus.

Paduan suara dari Cantores Suster Misionaris Claris dan Sekolah St. Clara turut menambah suasana damai dalam ibadat Vesper Agung di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, Surabaya, Selasa (21/1/2025) sore. (foto:niken oktavia/superradio.id)

Vesper Agung adalah momen istimewa yang tidak ditemukan dalam vesper biasa. “Ini bukan hanya ibadat sore biasa, tetapi menjadi kesempatan rohani yang sangat penting. Umat dapat memaknai ibadat ini sebagai persiapan spiritual yang baik sebelum tahbisan,” ungkapnya.

“Dengan tahbisan nanti, Romo Didik akan resmi masuk dalam otoritas tertinggi Gereja Katolik, yakni kolegium para uskup yang dipimpin oleh Paus,” tambah Romo Yanuar.

Selain itu, dalam verper agung juga dilaksanakan pemberkatan Atribut yang dikenakan Uskup atau yang disebut dengan istilah “Insignia”, seperti tongkat gembala, cincin uskup, mitra (mahkota) dan salib pectorial.

Tongkat gembala, misalnya, kata Romo Yanuar, melambangkan tugas Uskup sebagai pemimpin umat, sementara cincin menjadi simbol pernikahan spiritual antara Uskup dan Gereja Keuskupan Surabaya. Juga, salib pectoral (kalung salib besar di dada) yang melambangkan Kristus.

“sungguh ini menjadi kesempatan rohani untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bukan hanya ibadat sore biasa tetapi ada hal-hal khusus (pentahbisan uskup) yang sangat sangat jarang terjadi,” tutup Romo Yanuar. (nio/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.