Antisipasi Corona, BI Kediri Sarankan Transaksi Non Tunai

Yovie Wicaksono - 10 March 2020
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto : (Liputan6)

SR, Kediri – Sebagai langkah antisipasi  agar masyarakat terhindar dari penyebaran bakteri atau virus melalui perantara benda (uang), Bank Indonesia (BI) perwakilan Kediri menyarankan kepada masyarakat agar memanfaatkan teknologi dalam melakukan transaksi keuangan. 

Kepala Kantor Perwakilan BI Kediri Sofwan Kurnia menjelaskan jika penyebaran virus Corona menjadi sebuah kekhawatiran, maka dengan sistem pembayaran  non tunai penggunaan Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS), masyarakat tidak perlu repot untuk mengambil atau menerima pengembalian saat berbelanja. Namun, cukup dengan scan ke pedagang pembayaran bisa langsung terlaksana. Dengan demikian masyarakat bisa terhindar dari resiko penyebaran virus yang asalnya dari uang.

“Jadi kalau kita lihat bagaimana penyebaran virus Corona itu, bisa menjadi sebuah ancaman atau kekhawatiran masyarakat. Maka dengan QRIS ini kita tidak perlu mencabut atau menerima pengembalian uang dari belanja kita.  Cukup dengan scan QRIS dari pedagang pembayaran bisa terlaksana, dan kita juga bisa terhindar dari resiko penyebaran virus yang asalnya dari uang,” ujarnya.

Ia berharap virus tersebut segera mereda dan masyarakat tidak terlalu cemas, karena nantinya dapat membawa dampak terganggunya perekonomian. 

“Karena jika terlalu khawatir justru nantinya dapat mengganggu perekonomian. Masyarakat menjadi takut beraktivitas, melakukan ini itu padahal sebetulnya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah sangat baik. Tentunya kepedulian masyarakat untuk ekonomi bisa tumbuh kembali menjadi lebih baik harus menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.

Ia tidak memungkiri, jika penyebaran virus Corona sempat mengganggu transaksi perdagangan antar negara,  khususnya barang impor yang didatangkan ke Indonesia. Namun hal ini sudah teratasi ketika Pemerintah sudah membuka kembali kran impornya.

“Berdasarkan informasi langsung yang kita peroleh, sebenarnya terkait dengan impor, mungkin barangkali nanti berpengaruh terhadap harga harga di Kota Kediri. Dari hasil elevel meeting kita dengan Pemerintah di Kota Kediri dan juga Madiun, barang komoditas yang diimpor memang sempat tertahan, tetapi ketika Pemerintah melepas kembali kran impornya ini kita harganya sudah mulai normal lagi,” ujarnya.

Ia mencontohkan komoditas barang impor yang sempat mengalami kenaikan harga dan menjadi penyumbang inflasi adalah bawang putih. Sementara untuk transaksi keuangan pengiriman uang dari luar negeri oleh TKI (Remittance) ke Indonesia masih lancar, tidak terpengaruh dampak penyebaran virus Corona. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.