Air Meluap di Dua Bengawan Terpanjang di Pulau Jawa, Daerah Mana Saja yang Terdampak? 

Yovie Wicaksono - 15 March 2024
Penampakan dari Udara Banjir Akibat Luapan Sungai Bengawan Solo. Foto : (Antara Foto/Muhammad Mada)

SR, Surabaya – Sejumlah daerah hingga saat ini masih diterjang banjir. Data yang berhasil dihimpun redaksi, total ada 13 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang diterjang banjir. Penyebabnya, intensitas hujan yang tinggi hingga menyebabkan sungai meluap dan tanggul jebol.

Tercatat ada enam kabupaten yang mengalami banjir akibatnya meluapnya Sungai Bengawan Solo dan anak sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Meliputi Ngawi, Madiun, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik. Banjir juga merendam wilayah Kota Madiun.

Tujuh kabupaten/kota itu berada di daerah aliran Bengawan Solo yang membentang di daratan Jatim bagian barat, barat daya, dan utara dengan batas Laut Jawa dan Selat Madura.

Bencana serupa juga dialami sejumlah daerah di aliran Bengawan Brantas. Sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo itu meluap dan merendam sejumlah wilayah di dua kabupaten, yakni Jombang dan Mojokerto. Luapan air juga menerjang wilayah Kota Mojokerto.

Jombang dan Mojokerto Raya berbatasan dengan Lamongan selatan dan Gresik barat daya yang merupakan bagian tengah aliran Bengawan Brantas. Di tiga daerah ini, banjir terjadi akibat tanggul jebol dan anak dan atau terusan Bengawan Brantas meluap.

Banjir juga menerjang tiga dari empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Tiga daerah ini membentang dari bagian barat Pulau Madura sampai berbatasan dengan Sumenep di sisi timur. Banjir terjadi akibat luapan sungai-sungai utama di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Di Bojonegoro, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Laela Noer Aeny menyebut, banjir sepekan terakhir merendam 48 desa di 11 kecamatan. Sebanyak 700 keluarga terdampak. Banjir juga merendam 1.880 hektar sawah dan ladang.

Dan saat ini, menurut Laela, tinggi muka air Bengawan Solo menurun. Air bergerak ke hilir menuju Lamongan dan Gresik. ”Tinggi muka air Bengawan Solo di Bojonegoro sudah turun dari siaga merah,” ujarnya.

Sesuai dengan pantauan tinggi muka air hidrologi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Jembatan Malo 16,5 meter di atas permukaan laut (mdpl), atau siaga hijau 18,2 mdpl. Di Kali Kethek, tinggi muka air 12,9 mdpl, atau masih siaga kuning 13 mdpl.

Sementara itu, di Tuban, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban Sudarmaji mengatakan, luapan Bengawan Solo masih merendam 22 desa di lima kecamatan, yakni Parengan, Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang. Ketinggian banjir sampai 1 meter.

”Kami belum menerima laporan dampak banjir terhadap nyawa warga, sementara ini nihil korban jiwa,” ujarnya.

Di kawasan hilir Bengawan Solo, banjir merendam tiga kecamatan di Lamongan, yakni Maduran, Babat, dan Laren. Selain itu, Kecamatan Bungah dan Kecamatan Dukun di Gresik. Lebih dari 500 keluarga terdampak.

Hingga saat ini, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana diminta untuk siaga dan waspada. Tidak hanya bagi mereka yang tinggal di kawasan Bengawan saja, melainkan juga yang tinggal di dataran tinggi yang rawan terjadinya tanah longsor. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.