230 Pengurus Tidak Masuk DPS, PDI Perjuangan Sidoarjo Lapor Bawaslu

Yovie Wicaksono - 7 October 2020
Ilustrasi Pilkada 2020. Foto : (Istimewa)

SR, Sidoarjo – Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDI Perjuangan Sidoarjo menyebut ada 230 pengurus partai yang tidak masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS) di Pilbup Sidoarjo 2020.

Kepala BSPN DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Heru Setyanto mengatakan, 230 pengurus yang tidak masuk dalam DPS sebagian besar adalah pengurus ranting.

“Untuk itu, kami datang hari ini ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sidoarjo untuk melaporkan hal ini. Surat laporan ini bernomor 017/S-Eks/BSPN-Cabang/X/2020,” ujar Heru, Rabu (7/10/2020).

Ditambahkan, Heru juga membawa daftar nama-nama pengurus ranting beserta nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak masuk dalam DPS.

“Bawaslu harus bertindak cepat dalam merespon laporan ini. Ini harus diungkap. Apa penyebabnya?. Disebutkan, Pasal 30 ayat 1 PKPU Nomor 6 Tahun 2020 juncto PKPU 9/2020, PDI Perjuangan sebagai partai pengusung pasangan calon mempunyai hak untuk mengajukan usul perbaikan data pemilih yang belum tercantum dalam DPS,” tegasnya.

Dijelaskan, terungkapnya perkara ini berawal dari laporan sejumlah kader PDI Perjuangan Sidoarjo ke BPSN terkait banyaknya warga Sidoarjo yang tidak masuk DPS. Termasuk sejumlah pengurus ranting yang namanya juga tidak tercantum dalam DPS.

BSPN kemudian melakukan klarifikasi dan pengecekan melalui situs resmi KPU. Hasilnya, ada 230 pengurus yang tidak tercantum di DPS.

Terkait hal ini, Ketua Bawaslu Sidoarjo, Haidar mengatakan, akan segera mengecek lampiran yang disampaikan dalam laporan tersebut.

Untuk memastikan data dan nama-nama yang punya hak pilih dalam Pilkada Serentak 2020 ini, pihaknya membutuhkan tambahan data berupa alamat nama-nama orang yang disebut tidak masuk dalam DPS tersebut.

“Kami akan cek and ricek, klarifikasi serta pastikan semua terkait laporan ini. Jika mereka merupakan warga Sidoarjo yang punya hak pilih, tentu wajib dimasukkan dalam DPS dan DPT,” tegasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.