Rayakan Maulid Nabi, PDI Perjuangan Gelar Khitanan Khas Budaya Betawi

Yovie Wicaksono - 24 October 2021

SR, Jakarta – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus menyambut Hari Sumpah Pemuda, DPP PDI Perjuangan menggelar khitanan massal. Uniknya, khitanan massal ini menampilkan budaya Betawi diiringi arak-arakan delman. 

Sebanyak 7 delman berangkat dari Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Di masing-masing delman, ada empat orang anak yang ikut khitanan berada di atasnya. Pernak-pernik memenuhi masing-masing delman. Setiap delman berjalan dalam arak-arakan menuju kantor pusat PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro. 

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang pemuda dan olahraga Eriko Sotarduga memimpin rombongan tersebut. Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Adi Wijaya mendampingi Eriko. Dan Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat Wa Ode Herlina yang mengurusi teknis pelaksanaan acara juga ikut. 

Sementara di kantor pusat partai, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sudah menunggu. Hasto tampak menggunakan pakaian khas Betawi dengan dominasi warna merah dan putih. Budaya Betawi ditampilkan sesaat rombongan tiba di kantor DPP PDI Perjuangan. 

Menurut Eriko, pelaksanaan acara memadukan tradisi agama dan budaya lokal tersebut sengaja dilakukan sesuai amanat dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. 

“Kita menjalankan pesan dari Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri agar antara budaya lokal dan keagamaan berlangsung dengan baik, dan kita bisa menjalankan ibadah agama dengan baik,” jelas Eriko di Jakarta, Sabtu (23/10/2021). 

PDI Perjuangan tidak bisa mengundang peserta sunat dalam jumlah besar. Itu sebabnya hanya empat anak per delman yang diangkut. Dan total anak yang menjalani khitanan hanya 68 orang. Karena semuanya dilaksanakan berdasarkan protokol kesehatan. 

“Itulah maka kita hari ini mengadakan sunatan kepada 68 anak yang ada di Jakarta Pusat. Semua kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan,” jelas Eriko. 

Namun demikian, Eriko mengatakan pihaknya ingin memberi pesan bahwa kegiatan keagamaan dan budaya lokal bisa berjalan bersamaan. 

“Kita memadukan dalam menjalankan budaya lokal dan agama bisa seiring sejalan. Itulah yang kita lakukan dalam menyambut Maulid Nabi dan Sumpah Pemuda tahun ini,” tambah Eriko. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat Wa Ode Herlina mengatakan acara khitanan massal ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan berbagi sesama masyarakat yang membutuhkan. 

“Semoga acara khitanan massal ini bisa dirasakan warga,” kata Wa Ode Herlina. 

Rida seorang warga yang anaknya ikut khitanan massal mengapresiasi digelarnya acara tersebut. Apalagi, kata Rida, di tengah pandemi, kegiatan ini sangat membantu serta meringankan beban warga yang tidak mampu. 

“Kita sebagai warga sekitar berterimakasih digelarnya acara khitanan massal ini,” kata Rida. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.