Musim Kemarau, Harga Sayuran di Kota Kediri Naik Signifikan

Yovie Wicaksono - 5 July 2019
Sejumlah harga komoditas sayuran di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, mengalami kenaikan signifikan. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejumlah harga komoditas sayuran di Kota Kediri Jawa Timur perlahan mengalami kenaikan signifikan. Hal tersebut diperkirakan karena faktor musim kemarau.

Komoditas sayuran yang paling menonjol mengalami kenaikan harga adalah cabai. Harga cabai rawit yang sebelumnya hanya Rp 20 ribu per kilogram, naik signifikan menjadi Rp 54 ribu per kilogram.

Tidak hanya jenis cabai rawit yang naik, varian cabai lainnya juga ikut naik. Cabai merah harganya sama dengan cabai rawit Rp 54 ribu per kilogram, dari Rp 20 ribu per kilogram.

Sementara cabai lalap awalnya Rp 14 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Kenaikan harga komoditas sayur jenis cabai ini, terpantau di sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri.

Menurut keterangan Erna (26) pedagang sayuran Pasar Setono Betek Kota Kediri, perubahan harga cabai yang cenderung naik signifikan banyak dikeluhkan oleh sejumlah konsumen.

“Harga cabai mulai mengalami kenaikan semenjak beberapa hari terakhir ini. Tempo hari harga cabai rawit cuman Rp 20 ribu per kilogram, kini naik Rp 54 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai juga dialami jenis cabai lainya semacam cabai merah dan cabai lalapan,” ujar Erna pada Jumat (5/07/2019).

Erna mengatakan, meski harga cabai meroket, namun untuk pasokan tetap lancar dan tidak mengalami kendala apapun. Karena harga cabai mahal, sebelum membeli banyak konsumen yang datang ke lapaknya untuk menawar harga terlebih dahulu. Ia memperkirakan kenaikan harga komoditas sayuran dikarenakan faktor musim kemarau sekarang ini.

“Untuk harga tidak bisa ditawar tetap saya jual dengan harga segitu. Harga dari grosir sana sudah naik. Meski naik tapi untuk pasokan tetap lancar tidak ada kendala,” ujarnya.

Sementara itu, Sri (50) pembeli asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, mengaku tidak menyangka jika harga cabai naik begitu banyak. Karena mahal, ia terpaksa harus membeli cabai hanya setengah kilogram saja.

“Awalnya saya mau beli satu kilogram,  kalau harganya di kisaran 30 atau 40 ribu, ternyata nggak taunya malah tembus Rp 54 ribu per kilo.  Tadi saya tawar, sama pedagangnya nggak boleh tetap harga segitu Rp 54 ribu,” ujar Sri.

Kenaikan harga tidak hanya dialami komoditas sayuran jenis cabai, melainkan juga sayuran lainnya, seperti tomat, terong, dan timun.

Harga tomat sebelumnya dijual Rp 7 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 9 ribu. Harga terong sebelumnya Rp 4 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 9 ribu. Kemudian harga timun yang sebelumnya Rp 3 ribu per kilogram naik menjadi Rp 8 ribu per kilogram. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.