Museum Pendidikan Surabaya Hadirkan Konsep Tematik
SR, Surabaya – Kota Pahlawan memiliki ragam wisata, utamanya museum. Salah satunya adalah Museum Pendidikan yang terletak di jalan Gentengkali No 10 Surabaya.
Staff Museum Pendidikan, Nanda Azkia mengatakan, museum ini tidak hanya sebagai cagar budaya, tetapi juga untuk menunjang kegiatan pendidikan, penelitian dan rekreasi bagi masyarakat.
Terletak tepat di tengah kota, museum ini memiliki koleksi properti yang tersimpan rapi dengan urutan kronologis, dari periode terlama hingga terbaru.
Jika dilihat dari jenis koleksinya, dapat dikatakan bahwa museum ini memiliki konsep tematik, karena ada tema tertentu yang diwakili oleh benda – benda koleksi museum.
Sedangkan untuk fasilitas terdapat toilet, mushola, kantin dan ruang kelas dengan dekorasi kuno yang khas.
“Rencana kedepan ada beberapa fasilitas tambahan, untuk daya tarik yang akan anda jumpai selama menjelajahi museum ini. Terdapat daya tariknya yaitu ada ruangan pemutar film,” ujar Nanda.
Museum ini sebelumnya merupakan bangunan Sekolah Taman Siswa yang didirikan Ki Hajar Dewantara, mulai dari masa kolonial, masa praaksara, masa klasik dan lebih dari lima puluh tahun kemerdekaan, atau tepatnya pada akhir 1990-an.

Sementara itu, terkait jumlah kunjungan, saat ini ada sekira 100 hingga 150 pengunjung dalam sehari. Sedangkan di akhir pekan bisa mencapai 200 hingga 300 pengunjung.
Untuk masuk ke Museum Pendidikan tidak dikenakan biaya, alias gratis. Hanya saja pengunjung wajib mendaftar terlebih dahulu secara online.
“Caranya sangat mudah, Anda tinggal mengklik untuk mendaftarnya melalui website https://tiketwisata.surabaya.go.id// ,” ujar Nanda
Kemudian, pilih tanggal rencana kunjungan. Jika kuota masih tersedia, pilih waktu kunjungan yang diinginkan.
Dalam sekali kunjungan, hanya 30 orang yang diperbolehkan mengunjungi museum selama 1 jam.
Museum Pendidikan buka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00-15.00 WIB. Setiap hari Senin museum pendidikan tutup.
Sekadar informasi, Museum Pendidikan diresmikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 25 November 2019 dengan keinginan agar menjadi tempat edukasi tentang sejarah pendidikan Indonesia dan masyarakat Surabaya. (ag/red)
Tags: Ki Hajar Dewantara, Museum Pendidikan Surabaya, tri rismaharini, wisata sejarah
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





