Masyarakat Peringati Dua Tahun Tragedi Kanjuruhan

Rudy Hartono - 2 October 2024
Masyarakat memanjatkan doa di depan Gerbang 13 Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada peringatan dua tahun Tragedi Kanjuruhan, Selasa (1/10/2024) sore. (foto:antara)

SR, Malang  – Masyarakat dari sejumlah daerah mengikuti pelaksanaan doa bersama memperingati dua tahun peristiwa Tragedi Kanjuruhan di depan gerbang 13 Stadion Kanjuruhan, Kapanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (1/10/2024) sore.

Doa bersama mengenang kejadian pilu yang memakan sebanyak 135 korban jiwa, juga diikuti oleh para keluarga korban tragedi tersebut.

Ibunda salah satu korban bernama Jovan yaitu Cholifatul Noor di Stadion Kanjuruhan, menyatakan selama dua tahun seluruh keluarga korban terus menguatkan, termasuk membantu memberikan penyembuhan trauma. “Kami berdiri tegak dan kuat demi anak-anak kami. Kami mencari keadilan,” kata Cholifatul.

Dia menyatakan bahwa acara ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat dari wilayah Malang Raya, tetapi juga ada yang datang dari luar kota. “Luar kota juga datang, tadi ada dua bus dari Blitar sebelum acara tetapi karena khawatir terlalu sore dan busnya sewa jadi pulang duluan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Presidium Aremania Ali Rifki menyatakan organisasi punya komitmen untuk selalu mendampingi para korban Tragedi Kanjuruhan. “Kami sampaikan selalu bersama dengan keluarga korban. Tahun depan pun kita masukan agenda utama di dalam agenda kerja kami,” ucapnya.

Bendera Setengah Tiang

Sementara itu Kepolisian Resor (Polres) Malang, mengibarkan bendera setengah tiang di mapolres setempat pada peringatan dua tahun Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang, Selasa.

Kepala Seksi Humas Polres Malang Ajun Komisaris Polisi Ponsen Dadang Martianto mengatakan pengibaran bendera setengah tiang dilakukan hingga 2 Oktober 2024.

“Pengibaran bendera setengah tiang ini dilakukan di Mako Polres Malang dan Polsek jajaran sebagai bentuk penghormatan kami kepada korban yang telah berpulang dalam Tragedi Kanjuruhan,” kata Ponsen.

Selain mengibarkan bendera setengah tiang, kepolisian setempat juga menyelenggarakan doa bersama di Masjid Al Ajmi, Satpas Polres Malang.

Dia menambahkan Polres Malang berkomitmen untuk terus mendampingi, membantu, dan memfasilitasi keluarga korban tanpa ada batasan waktu. (*/ant/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.